SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12 Juli 2021)
Sebagai wujud kontribusi nyata ke masyarakat, serta untuk meningkatkan kualitas SDM Penggerak perekonomian di Sumbawa dan Indonesia pada umumnya, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) membuka beberapa program studi (Prodi) baru.
Prodi baru tersebut telah disetujui dan disambut antusias oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti). Salah satu Prodi tersebut adalah Kewirausahaan atau entrepreneurship yang berada di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTS.
Gagasan pendirian Prodi Kewirausahaan di UTS didasarkan pada fakta-fakta empiris. Banyak penelitian di seluruh dunia telah dapat dibuktikan bahwa jumlah pengusaha (entrepreneur) adalah berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi suatu negara.
“Sudah banyak dibuktikan di dunia, ketika masyarakat suatu negara berbondong-bondong menjadi pengusaha, negara itu akan maju. Contoh paling nyata sekarang adalah China, negara yang dulu sering dilanda bencana kelaparan karena miskin sekarang menjelma menjadi kekuatan ekonomi terbesar dunia akibat kuatnya gerakan kewirausahaan pada tahun 1970 dan 1980-an, FEB UTS ingin menjadi yang terdepan dalam menyediakan dan menumbuhkan ekosistem berwirausaha di Indonesia timur, salah satu caranya dengan membuka Prodi Kewirausahaan,” jelas Muhammad Nurjihadi, Dekan FEB UTS.
Saat ini ungkap Jihad—sapaan Dekan muda ini, jumlah perguruan tinggi yang memiliki Prodi Kewirausahaan di Indonesia belum terlalu banyak. UTS merupakan salah satu pelopor pendirian Prodi ini di wilayah Indonesia Timur.
Berbeda dengan Prodi lain yang lebih banyak berfokus pada pengembangan konsep dan teori ekonomi, kurikulum Prodi Kewirausahaan disusun untuk dapat menggembleng calon-calon pengusaha sukses. Mulai dari membangun mental sebagai pengusaha, membangun gagasan bisnis, hingga mengelola kegiatan bisnis yang efektif dan efisien.
Dengan demikian, diharapkan Sumbawa kelak akan kaya dengan sarjana-sarjana yang berorientasi bisnis daripada menjadi PNS atau karyawan swasta.
Hal ini dapat dipastikan akan membuat perekonomian di Sumbawa dan Indonesia Timur akan semakin bergairah yang pada akhirnya menjadi katalis yang mampu mempercepat perkembangan kemajuan ekonomi Indonesia di wilayah timur.
Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D menambahkan, NTB khususnya Sumbawa, memiliki banyak potensi usaha untuk dikembangkan. Namun kurangnya minat masyarakat untuk menjadi pengusaha serta tidak adanya ekosistem berwirausaha yang baik membuat potensi-potensi itu belum banyak tergali.
“Itu sebabnya kita ingin mencetak banyak generasi penerus yang secara kreatif dan inovatif mengembangkan ide-ide bisnis mereka dengan membuka Prodi Kewirausaan. Kami sangat yakin bahwa kelak Sumbawa akan memiliki banyak pengusaha hebat jebolan Prodi Kewirausahaan UTS,” katanya optimis
Rektor UTS juga meyakini bahwa kehadiran Prodi Kewirausahaan memiliki banyak peminat. Menurutnya, pangsa pasar untuk Prodi Kewirausahaan ini sangat luas.
“Semua kalangan dengan berbagai latar belakang dapat berkuliah di sini tanpa harus melihat dia dari IPA, IPS atau lainnya, apalagi masyarakat sudah mulai bosan dengan bidang studi yang itu-itu saja. Kehadiran Prodi Kewirausahaan ini pasti menjadi magnet bagi banyak siswa yang suka berfikir out of the box,” kata Bang Irul, panggilan karibnya.
Menjadi seorang pengusaha ujarnya, adalah sebuah anjuran, karena akan membawa banyak manfaat dan rezeki, tidak hanya untuk diri dan keluarga, tapi juga masyarakat.
“Ini sejalan dengan usaha kami menjadikan UTS sebagai tempat pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan untuk tumbuh utuh menjadi manusia yang bermanfaat bagi semesta alam, sekaligus merealisasikan tagline UTS Membumi dan Mendunia,” pungkasnya.
Untuk diketahui, selain Prodi Kewirausahaan, FEB UTS juga mengusulkan membuka dua Prodi lain, yaitu Prodi Bisnis Digital dan Prodi Aktuaria. Namun yang sudah mendapat persetujuan Dikti baru Prodi Kewirausahaan, sehingga kini ada 4 Prodi di bawah FEB UTS setelah Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan Manajemen. (SR)






