Modus Minta Tolong, Pemuda ini Perkosa Murid SD di Pinggir Pantai

oleh -475 Dilihat

DOMPU, samawarea.com (15/6/2021)

Naas menimpa FT. Anak perempuan berumur 11 tahun yang tinggal di Kecamatan Pekat Dompu ini, menjadi korban pemerkosaan. Aksi bejat tersebut dilakukan DD (29) pemuda sekampung dengan korban, Senin (14/6/2021) sore sekitar pukul 17.00 Wita. Saat melakukan aksinya, korban yang masih duduk di bangku SD ini diancam akan ditembak terduga.

Kapolres Dompu melalui Kasi Humas, IPDA Handik Wijaksono dalam keterangan persnya menuturkan, kasus dugaan pemerkosaan ini berawal ketika korban mengendarai sepeda motor. Belum jauh melaju, terduga menghentikan korban meminta bantuan untuk diantar ke gudang jagung sebelah barat desa setempat. Tanpa curiga, korban pun berhenti. Lalu terduga yang membawa sepeda motor, korban yang dibonceng.

Namun bukannya ke arah gudang jagung, terduga membawa korban menuju ke arah pantai, sekitar 300 meter dari jalan raya. Karena suasana sepi, terduga langsung menghentikan sepeda motornya lalu mengancam dan memaksa korban melayani aksi bejatnya. Pada saat itu korban hanya bisa pasrah dan takut karena diancam akan ditembak oleh terduga.

Setelah menyetubuhi korban, terduga menyuruh koban pulang. Dalam kondisi lemas, korban mengendarai sepeda motor miliknya. Pakaian yang digunakanya juga sudah kotor penuh lumpur dan pasir. Setibanya di rumah, korban meceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Didampingi ibu dan keluarganya, korban mendatangi Polsek Pekat melaporkan kejadian memilukan dan memalukan tersebut.

Kabar dugaan pemerkosaan ini pun menyebar sehingga terjadi kosentrasi massa sekitar 200 orang di depan rumah korban. Massa melakukan sweeping terhadap semua kendaraan yang melintas untuk mencari terduga yang diduga akan kabur menuju Dompu. Sebagian anggota Polsek Doropeti berusaha menenangkan massa dan meminta agar tidak main hakim sendiri. Sedangkan anggota lainnya berusaha mencari terduga.

Sekitar pukul 22.50 Wita, anggota berhasil mengamankan terduga di Dusun Samada Desa Doropeti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Saat itu terduga sedang mengendarai sepeda motor dari arah Desa Nangakara menuju Desa Doropeti. Setelah itu terduga dibawa menuju Kecamatan Tambora Kabupaten Bima guna menghindari amukan massa. Dalam evakuasi ini, anggota Polsek meminta bantuan Tim Puma Polres Dompu.

Mendengar terduga sudah ditangkap, puluhan massa lengkap senjata tajam dan peralatan lainnya mendatangi Mapolsek Pekat menggunakan truk, pick-up dan sepeda motor. Mereka ingin menghakimi terduga.

Untuk menenangkan massa yang terlihat emosi, Kapolsek Pekat IPDA Muh. Sofyan Hidayat, S.Sos meminta agar membubarkan diri karena kasus itu sudah ditangani dan terduga berada di Mapolres Dompu. Massapun pulang ke rumahnya masing-masing. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *