SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28/4/2021)
Jalan Batu Dulang—Tepal—Batu Rotok yang belum lama ini selesai dikerjakan, menimbulkan masalah. Sebab jalan yang dibuka (non hotmix) melalui proyek tersebut kondisinya memprihatinkan. Bahkan lebih parah dari kondisi sebelum jalan tersebut dibuka. Bukan hanya itu, jalan yang dihotmix pun demikian, dinilai tidak memenuhi persyaratan. Pasalnya tidak memiliki bahu jalan.
Menurut informasi yang diserap samawarea.com, pengerjaan jalan sepanjang 2 kilometer itu menggunakan APBD Perubahan Provinsi NTB Tahun 2020. Pengerjaannya berlangsung dari Oktober sampai Desember 2020. Konon pengerjaannya masih berlangsung sampai Januari 2021 lalu. Jenis pengerjaannya adalah pelebaran jalan dan penurunan ketinggian (non hotmix). Ini dikerjakan secara sporadis.
Kondisi jalan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 9 miliar ini sangat dirasakan masyarakat Batu Dulang, Tepal dan Batu Rotok yang hampir setiap saat melewati jalan tersebut. Mereka harus bersusah payah untuk melewati jalan yang berlumpur dan lengket setebal betis orang dewasa.
Salah satunya M. Saleh—warga Pusuk, Desa Tepal. Ia menilai jalan yang dibuka baru pada titik tertentu dan tidak dhotmix tersebut, lebih buruk dari sebelum dikerjakan. Musim penghujan yang lalu membuat jalan itu berlumpur dan becek. Sebelum dikerjakan, dia melewati jalan itu tidak terlalu sulit. Namun pasca pengerjaan (tanpa hotmix) justru sulit dilalui dan terancam terisolir. Karena itu masih ada waktu pemeliharaan, dan berharap dapat dibenahi sebelum Lebaran Idul Fitri.
Saleh mengutip instruksi Presiden Jokowi agar mengatasi semua daerah terisolir dalam rangka menghadapi Lebaran Idul Fitri sehingga tidak menghambat kepentingan masyarakat. “Masih ada waktu untuk benahi jalan itu, minimal bisa dilewati kendaraan. Mohon standby-kan alat berat di lokasi,” pinta Saleh mewakili masyarakatnya. (SR)






