Home / HukumKriminal / Ini Cara Rio Habisi Mahasiswi UNRAM dan Upaya Menghilangkan Jejak  

Ini Cara Rio Habisi Mahasiswi UNRAM dan Upaya Menghilangkan Jejak  

MATARAM, samawarea.com (14/8/2020)

Setelah Satreskrim Polresta Mataram berhasil mengungkap kasus pembunuhan Linda Novita Sari (23 tahun)—mahasiswa yang ditemukan tergantung di Jalan Arofah II, BTN Royal, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, 27 Juli lalu ini, kekasihnya berinisial RPN alias Rio (22) ditetapkan sebagai tersangka. Bagaimana cara Rio menghabisi nyawa kekasihnya ini ?

Dalam jumpa persnya Jumat (14/8/2020) pagi tadi yang menghadirkan Rio, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto SIK M.Si, menuturkan kronologis kejadiannya. Berawal dari pertemuan pelaku dengan korban di BTN Royal pada Hari Kamis (23/7/2020) sekitar pukul 17.00 Wita. Keduanya sempat berbicara panjang lebar. Riak perselisihan mulai timbul setelah pelaku meminta izin untuk pergi ke Bali selama dua hari. Tapi tidak diizinkan oleh korban. Seketika terjadi adu mulut antara keduanya. Korban sempat mengancam hendak bunuh diri menggunakan sebilah pisau. Korban juga mengancam akan memberitahu orang tua pelaku jika dirinya dalam keadaan hamil. Upaya tersebut dapat dicegah pelaku dengan menenangkan korban. ‘’Awalnya ada cekcok antara tersangka dan korban,’’ bebernya.

Cekcok kembali terjadi setelah orang tua pelaku menelpon. Pelaku diminta pulang ke Janapria Lombok Tengah. Orang tua pelaku menelepon sebanyak tiga kali. Tiga kali juga pelaku meminta izin kepada korban untuk pulang ke Janapria. Karena tetap tidak diizinkan oleh korban, pelaku kesal dan capek ketika korban mengancam dengan anak panah. Sambil berkata jangan macam-macam, pelaku mencekik leher korban menggunakan tangannya. Rio terus mencekik sampai korban jatuh ke karpet di rumah tersebut. Pelaku tetap mencekik leher korban sampai tidak sadarkan diri. Tubuh perempuan yang baru lulus seleksi program pasca sarjana Fakultas Hukum UNRAM itu tidak bergerak lagi. “Kejadian itu hari Kamis (23/7/2020) sekitar pukul 19.30 Wita,’’ ungkapnya.

Baca Juga:  Sempat Dikira Gantung Diri Ternyata Mahasiswi UNRAM ini Dibunuh Pacar

Beberapa saat, pelaku termenung memandangi tubuh kekasihnya yang sudah tidak bergerak. Lalu timbul niat pelaku untuk menghilangkan jejak. Pelaku keluar dari jendela rumah dan pergi ke daerah Jempong untuk membeli tali. Tapi tali baru didapat di sekitar Kekalik. Setelah itu, pelaku kembali ke rumah. Dia bergegas mengambil kursi makan yang ada di ruang makan. Pelaku lalu naik ke kursi untuk menjebol lubang angin tembok dapur. Setelah itu, Rio membuat simpul tali dengan ukuran bisa memasukkan kepala korban. Korban lalu diangkat dan dibawa ke lantai dekat pintu tempat pelaku menggantungkan tali. Upaya tersebut beberapa kali gagal. Pelaku lalu menarik sofa didepan TV. Setelah itu, pelaku memegang bagian perut korban dengan tangan kiri. Sedangkan tangan kanannya menarik tali yang dilepas ikatannya. Setelahnya pelaku mengikat tali dan memegang bagian perut korban. Sempurna sudah korban dalam posisi tergantung dan pelaku melepaskan pegangan tangannya. Begitu korban sudah tergantung. Pelaku mengambil baju untuk mengelap keringat yang masih menempel di tubuh korban. Setelahnya, pelaku berkemas dan pulang ke Lombok Tengah menggunakan sepeda motor. Di sekitar Jalan Lingkar, pelaku berhenti untuk membuang sisa tali dan baju yang digunakan mengelap keringat di tubuh korban. Pelaku sampai ke rumahnya di Janapria Jumat dinihari (24/7/2020) sekitar pukul 00.00 Wita. ‘’Itulah kronologis pengungkapan kasus ini dengan tersangka Rio,’’ tutupnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Pencurian di Manggelewa, Tiga Orang Ditangkap, Satunya Wanita

DOMPU, samawarea.com (19/9/2020) Tim Puma Polres Dompu meringkus dua orang pria dan satu perempuan, Sabtu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *