SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12/5/2020)
Sebelumnya Rumah Sakit HL Manambai Abdulkadir (RSMA) mengistirahatkan 22 orang tenaga kesehatannya, karena terindikasi kontak dengan pasien Covid. Mereka menjalani isolasi mandiri selama beberapa hari. Bahkan 22 Nakes tersebut menjalani test cepat (rapid test) sebanyak dua kali, bahkan di antaranya yang reaktif telah dilakukan pemeriksaan sampel swab. Kini 22 nakes tersebut kembali masuk kerja sejak Senin, 11 Mei 2020 kemarin. Hal ini setelah hasil rapid test dua kali dan swabnya, dinyatakan negatif. “Alhamdulillah hasilnya negatif semua, sehingga pada hari ini kembali masuk kerja,” kata Direktur RSMA, dr Arindra Kurniawan kepada samawarea.com, Senin (11/5).
Kembali masuknya para perawat ini, ungkap dr Arindra, akan memaksimalkan penanganan pasien covid maupun pasien-pasien penderita lainnya. Sebab dengan diistirahatkan para Nakes itu, sedikit mengganggu pelayanan karena terbatasnya sumberdaya yang ada.
Seperti diberitakan, Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA) terpaksa mengistirahatkan dan mengharuskan sejumlah perawatnya menjalani karantina sesuai Protap. Pasalnya, tenaga kesehatan ini kontak langsung dengan pasien covid yang meninggal dunia dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Langkah yang dilakukan pihak RSMA ini, mengingat pasien itu saat pertamakali datang, ditangani secara pasien umum dengan mengenakan APD yang tidak sesuai standar protokol kesehatan dalam menangani pasien gejala covid. Pasien itu merupakan rujukan pihak Puskesmas. Setelah dilakukan rontgen, pasien ini terdiagnosa menderita penyakit pneumonia berat, sehingga dikategorikan sebagai PDP dan ditempatkan di ruang isolasi. Selama beberapa jam di ruang isolasi, pasien ini menghembuskan napas terakhir. (JEN/SR)






