Hasil Test Cepat, 2 Warga Lunyuk dan 2 Labangka Dievakuasi ke Sumbawa

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23/4/2020)

Dalam beberapa hari ini Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa turun ke tiga titik untuk menelusuri (contact tracing) jejak pasien positif Covid. Tim dibagi tiga masing-masing bergerak ke Labuan Bontong Kecamatan Tarano, Kecamatan Lunyuk dan Kecamatan Labangka. Hasil sementara test cepat (Rapid Test), 4 orang dinyatakan reaktif dan akan ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel swab.

DPRD

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Didi Darsani A.Pt yang dihubungi samawarea.com, Kamis (23/4) malam ini, mengakui hal itu. Keempat orang yang reaktif ini adalah dua orang dari Kecamatan Lunyuk. Sedangkan dua lainnya dari Kecamatan Labangka. Keduanya memiliki riwayat kontak langsung dengan pasien positif Covid asal kecamatan setempat. Terhadap keempatnya sudah dievakuasi ke Sumbawa untuk diisolasi di Pusat Karantina Terpadu. “Untuk di Lunyuk dan Labangka masih kami telusuri dan sudah ada beberapa yang terdata tapi belum sempat dilakukan Rapid Test karena alat tersebut habis mengingat jumlahnya yang terbatas. Kami akan mengusulkan kembali pengadaan alat itu ke provinsi,” kata Haji Didi—akrab Jubir yang juga Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa ini.

Bagaimana dengan di Labuan Bontong Kecamatan Tarano yang tiga orang warganya positif Covid dan masih dirawat intensif di Rumah Sakit HL Manambai Abdulkadir (RSMA) ? Haji Didi mengaku masih berproses. Rencananya untuk keluarga pasien positif covid-19, kata Haji Didi, langsung diambil sampel swabnya. Sebab jika menunggu datangnya alat Rapid Test, membutuhkan waktu yang lama. “Saya belum dapat laporan berapa yang sudah terdata terutama orang-orang yang memiliki kontak langsung dengan pasien Covid di Labu Bontong. Tim kami masih bekerja dan melakukan contact tracing,” ujarnya.

Baca Juga  Wagub NTB: Generasi Millenial Tidak Hanya Penentu Masa Depan

Sementara itu Camat Lunyuk, Drs. Iwan Sofyan membenarkan dua warganya dievakuasi ke Sumbawa untuk menjalani karantina di Sumbawa. Ini dilakukan karena hasil Rapid Test keduanya reaktif. Sesuai dengan protocol kesehatan, bagi yang reaktif ditindaklanjuti dengan pengambil sampel swab guna mendapatkan data valid tentang kondisi sesungguhnya. Untuk warganya ini, Tim Gugus Tugas Kecamatan telah menyiapkan bantuan pangan selama menjalani karantina di pusat karantina terpadu maupun yang dirawat di RSMA.

Di bagian lain, Camat Iwan berharap Tim Gugus Tugas Kabupaten untuk memberikan perhatian terhadap kekurangan alat rapid test. Sebab masyarakat cukup antusias untuk dilakukan pemeriksaan karena ingin memastikan dirinya tidak terpapar. “Semoga kekurangan Rapid Test ini bisa teratasi agar masyarakat bisa terdeteksi secara dini, sehingga penyebaran Covid lebih mudah diantisipasi,” pungkasnya. (JEN/SR)

DPRD DPRD