SUMBAWA BESAR, SR (16/9/2019)
Teaser pariwisata yang ditayangkan pada Pembukaan Festival Pesona Moyo (FPM) 2019, yang menuai polemik. Polemik ini muncul karena tayangan itu didominasi destinasi wisata Pulau Lombok, sedangkan destinasi wisata Sumbawa yang menjadi hajat FPM, nyaris tidak ada. Polemik ini kian tajam menyusul adanya pernyataan Kadis Pariwisata Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos, M.Si yang terkesan ‘cuci tangan’ mengatakan ditayangkannya video tersebut karena video berjudul “SAMOTA” yang diberikan Dinas Pariwisata Sumbawa rusak dan tidak bisa diputar. Selain itu, saat dicek isi tayangan video tersebut diambil dari youtube. Terhadap hal ini Kadis Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Iskandar M.Ec. Dev, memberikan klarifikasi.
Melalui WAG “Sumbawa Hebat Bermartabat”, Haji Kendo—akrab pejabat ini disapa mengatakan adanya penayangan video potensi pariwisata pada malam opening ceremony FPM yang banyak diperbincangkan itu semata-mata karena persoalan teknis. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sumbawa sesungguhnya sudah menyiapkan TVC Festival Pesona Moyo 2018 berdurasi 25 detik serta video berdurasi 3 menit tentang wisata bahari Teluk Saleh. Keduanya dalam keadaan baik saat diperiksa bersama-sama siang itu, bukan video rusak. Sesuai run-down, ungkap Haji Kendo, seharusnya ada 2 video pada tayangan malam itu dengan urutan dimulai dari TVC 25 detik (tentang Teaser Festival Pesona Moyo 2019), berlanjut ke video 3 menit (tentang wisata bahari Teluk Saleh) dengan video cadangan berdurasi 4 menit (tentang visit Lombok-sumbawa). Hanya saja pada saat penayangan ternyata yang muncul hanya TVC 25 detik dan video 4 menit. “Jadi ini adalah persoalan teknis semata, bukan pada soal ketidaksiapan materi video. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi kami dan berharap pelaksanaan Festival Pesona Moyo 2019 yang kini sedang berlangsung akan tetap semarak terutama pada spot-spot detinasi yang menjadi lokus agenda event yang sudah ditetapkan,” katanya.
Untuk diketahui sebut Haji Kendo, terdapat 17 event yang menjadi rangkaian Festival Pesona Moyo 2019. Opening ceremony salah satu dari 17 event itu. Sejak tanggal 11 September lalu telah berlangsung 6 event, dan hari ini 16 September 2019 setelah secara resmi dilakukan serah terima Passport dari pihak Imigrasi Sumbawa terhadap 92 yachter (para penjelajah Kapal Yacht) yang dalam beberapa hari ini singgah di Teluk Saleh dan menjadikan Labuhan Jambu Kecamatan Tarano sebagai tempat berlabuh. Pelaksanaan Festival Pesona Moyo dilanjutkan dengan menyaksikan upacara Cera’ Samba di Plampang sebagai rangkaian Festival Samba. Sejak tanggal 14 September 2019, suasana Welcoming Ceremony of Sail Indonesia sebagai rangkaian Festival Pesona Moyo 2019 di Labuhan Jambu Kecamatan Tarano berlangsung sangat semarak. Para yachter bergabung bersama masyarakat Labuhan Jambu yang menyambutnya dengan penuh rasa kekeluargaan. Mereka mengagumi bagan (Bagang) dan menyebutnya sebagai “spider boat”, menikmati permainan anak-anak (main Takenjil) di lorong-lorong gang desa. Kemudian mereka membayarnya dan menganggap sebagai atraksi menarik, menikmati dan membeli produk-produk UMKM setempat serta menghibur masyarakat dengan atraksi music mereka.
Pada tanggal 15 September 2019, para yachter telah ikut menyemarakkan event “Saka’ Buffalo Race World Championship” di Sirkuit Karang Dima Kecamatan Labuhan Badas dan mencoba memacu kerbau karapan (Ntek Kareng) dan beberapa di antaranya mencapai Saka’. Perjalanan mereka di Sumbawa pada hari itu berlanjut ke event “Pasar Potengan” di Pernek Kecamatan Moyo Hulu, menyaksikan cara pembuatan poteng, mencicipi poteng dan air poteng, serta makanan lainnya dan membeli produk-produk panganan yang dijajakan oleh masyarakat local. Dalam kesempatan pulang ke Labuhan Jambu, mereka menyempatkan diri untuk singgah menyaksikan Black Smith dan memberikan bantuan kepada para pemilik rumah yang terkena bencana kebakaran di Dusun Batu Alang.
Senin hari ini, 16 September 2019, para yachter mengikuti prosesi Cera’ Samba sebagai rangkaian Festival Samba di Plampang. Di Plampang mereka juga diajarkan menganyam daun lontar oleh Pokdarwis setempat, terutama belajar membuat kipas (Ampat) dan bakul (Buka dalam bahasa Sumbawa). Mereka sangat menikmatinya.
Dalam kesempatan itu, Haji Kendo berharap dukungan semua pihak agar nuansa perjalanan Festival Pesona Moyo 2019 berlangsung dengan baik dan gaung pariwisata Sumbawa khususnya dan NTB disebarkan oleh para yachter kepada mitra-mitra mereka di seantero dunia. Ini akan menjadi bagian dari promosi wisata untuk mendukung pembangunan kepariwisataan Kabupaten Sumbawa, serta mampu memberikan dampak bagi pengembangan social ekonomi masyarakat di satu sisi dan memperkuat semangat kebersamaan serta mendorong semangat berkarya dan berproduksi bagi usaha-usaha ekonomi masyarakat. “Hal yang masih kurang dalam penyelenggaraan ini, kita jadikan pelajaran dan menjadikannya lengkap dan lebih baik di agenda berikutnya, serta pada penyelenggaraan tahun-tahun mendatang. Atas nama Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, saya memohon maaf atas kekurangannya dan terima kasih atas dukungan semua pihak,” pungkasnya. (SR)






