UI Bangun Sekolah Indonesia Cepat Tanggap di Kabupaten Sumbawa

oleh -1021 Dilihat

Diperuntukkan Bagi TK Pelita Cerdas Desa Usar Mapin Alas Barat

SUMBAWA BESAR, SR (6/4/2019)

Sekolah Indonesia Cepat Tanggap Desa Usar Mapin, Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa, diresmikan Bupati Sumbawa, Sabtu (6/4). Pembangunan  Sekolah Indonesia Cepat Tanggap merupakan sebuah inisiatif untuk membangun kembali sekolah bagi anak-anak yang terkena dampak gempa. Sekolah Indonesia Tanggap Bencana untuk lokasi ke-2 bertempat di Desa Usar Mapin Kecamatan Alas Barat Kabupaten Sumbawa ini dibangun dalam waktu hanya dua bulan terhitung sejak peletakan batu pertama pada 2 Februari lalu hingg siap diresmikan 6 April 2019. Sekolah tersebut diperuntukkan bagi TK Pelita Cerdas di bawah bimbingan Yayasan An-Nahl. Untuk pembangunan sekolah Sumbawa ini Fakultas Teknik UI, ILUNI, FTUI, ILUNI Arsitektur FTUI, dan FUSI Foundation bekerjasama dengan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dan Yayasan An-Nahl. Acara peresmian dihadiri Dekan Fakultas Teknik UI, Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono M.Eng, Manajer Hubungan Alumni FTUI Dr. Badrul Munir ST., M.Eng.Sc, Ketua Umum ILUNI FTUI Cindar Hari Prabowo, Rektor UTS Dr. Andy Tirta M.Sc dan beberapa perwakilan donatur lainnya. Hadir pula dalam peresmian itu Camat Alas Barat, Kades, Ketua Yayasan An-Nahl, Kepala TK Pelita Cerdas, guru dan siswa.

Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten II, H. Sudirman Malik S.Pd menyampaikan apresiasi para pihak yang telah menghadirkan sekolah tersebut di daerah ini sebagai respon atas bencana yang terjadi belum lama ini. Masih terasa dalam memori bahwa 19 Agustus 2018 lalu, Kabupaten Sumbawa dilanda gempa bumi yang cukup kuat mengakibatkan empat kecamatan mengalami kerusakan parah. Tercatat 9.040 unit rumah dan 230 unit pendidikan, kesehatan, dan keagamaan juga terkena dampak. Bencana bukan keinginan setiap orang namun bencana bisa terjadi kapan, dimana dan menimpa kepada siapa saja tanpa bisa prediksi. Namun pihaknya tidak ingin memperdebatkan apakah bencana tersebut azab atau ujian, serta peringatan, tetapi keyakinan bencana semata-mata atas kehendak Allah.

Dikatakan Bupati, membangun kembali prasarana pasca bencana sangat penting sebagai upaya pemulihan kehidupan sehari-hari sebagaimana mestinya. Membangun kembali sekolah sangat dibutuhkan oleh anak-anak agar mereka tidak kehilangan kesempatan untuk belajar, salah satunya dengan diresmikan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap ini. “Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Sumbawa, menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang turut berpartisipasi dalam pembangunan sekolah ini. Saya berharap dengan diresmikan sekolah ini dapat menghidupkan harapan anak-anak kita dalam mewujudkan cita citanya sebagai generasi penerus perjuangan bangsa,” pungkasnya.

Untuk diketahui, rancangan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap dikerjakan oleh Kelompok Keilmuan Perancangan dari Departemen Arsitektur FTUI yang dipimpin Prof. Yandi Andri Yatmo, PhD dan Prof. Paramita Atmodiwirjo, PhD. Sekolah Indonesia Cepat Tanggap berupaya untuk mewujudkan kesempatan belajar yang terbaik bagi anak Indonesia. Sehingga inisiatif ini tidaklah semata-mata sekedar membangun fisik sekolah, namun membangun ekosistem belajar yang menyenangkan.

TK Pelita Cerdas yang dibangun terdiri dari dua unit ruang kelas dilengkapi dengan furnitur, satu unit toilet dengan fasilitas cuci tangan, tribun dan selasar, untuk digunakan sekitar 40 orang siswa. Sekolah ini dilengkapi dengan lanscap yang dirancang secara menarik untuk memberikan kesempatan bermain dan belajar bagi para siswa TK. Dinding sekolah diisi dengan mural untuk siswa belajar berbagai pengetahuan tentang alam sekitarnya. Terdapat pula pola-pola di lantai halaman sekolh sebagai sarana siswa mengembangkan kemampuan sensori dan motorik. Pelaksanaan dan pengawasan pembangunan dilakukan oleh panitia sekolah Indonesia untuk Sumbawa dengan penanggung jawab konstruksi Ir Budi Wasono yang juga Ketua ILUNI Arsitektur FTUI.

Sekolah Indonesia Cepat Tanggap di Desa Usar Mapin merupakan lokasi sekolah kedua yang dibangun setelah pembangunan sekolah sebelumnya di Desa Kerandangan, Lombok Barat. Sekolah ini diharapkan dapat menjadi sebuah model sekolah cepat tanggap yang dapat dibangun lebih banyak lagi, untuk mewujudkan kesempatan belajar bagi anak-anak yang terkena dampak bencana. (SR)

 

amman nusantara bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *