SUMBAWA BESAR, SR (21/4/2019)
Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Sumbawa dikenal sebagai ‘Dapil Neraka’. Di Dapil yang meliputi Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Moyo Hilir dan Kecamatan Moyo Utara ini kaya figur potensial dari berbagai latar belakang, mulai dari figur yang bermoral hingga bermodal. Figur yang bermodal social tinggi hingga figur yang bermodal uang berlimpah. Meski perhitungan di tingkat PPK masih berlangsung, namun prediksi siapa yang bakal terpilih unt uk menjadi wakil rakyat di Gedung DPRD Sumbawa sudah bisa ditebak. Demikian dengan partai peraih kursi. Hasil Pileg di Dapil 1 ini memunculkan perubahan yang cukup signifikan. Ada beberapa partai yang harus kehilangan kursi, dan incumbent yang harus terdepak, juga secara mengejutkan muncul ‘pendatang baru’ dengan raihan kursi yang sangat signifikan. Siapa Caleg yang berpeluang terpilih untuk Dapil I Sumbawa, Tim Litbang SAMAWAREA merangkumnya dari sejumlah sumber. Namun hasil ini bersifat sementara karena keputusan final berdasarkan hasil rapat pleno KPUD Sumbawa.
Adalah Ridwan SP dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meraih 1.066 suara akumulasi dari Kecamatan Sumbawa 688 suara, Moyo Hilir 233, dan Moyo Utara 145 suara. Raihan ini cukup mengejutkan sekaligus menjadi lembaran baru bagi PKB setelah beberapa periodesasi pemilu belum mampu menempatkan kadernya di Gedung DPRD Sumbawa. Drs. Mohammad Ansori dari Gerindra dengan perolehan 2.808 suara. Suara terbanyak yang diperoleh Boss Rokok PS ini diraih di wilayah Kecamatan Sumbawa mencapai 2.419 suara, kemudian Moyo Hilir 217 suara dan Moyo Utara 172 suara. Raihan suara Ansori ini untuk sementara berada di atas dua koleganya di Gerindra yang merupakan Calon Incumbent. Yaitu Agus Salim Okak 2.126 suara, dan Andi Rusni SE 1547 suara.
Berikutnya Edy Sahriansyah (PDIP) dengan perolehan 1.585 suara yang diakumulasi dari Kecamatan Sumbawa 940 suara, Moyo Hilir 420, dan Moyo Utara 225 suara. Raihan Ryan—akrab Caleg ini disapa, sementara terpaut tipis dari sesama kader PDIP, Ramliyanto SH—Caleg Incumbent yang meraih 1.315 suara. Kemudian Partai Golkar sepertinya mengutus Gahtan Hanu Cakita sebagai wakilnya di DPRD Sumbawa untuk Dapil I Sumbawa. Gahtan sementara ini meraup 1.629 suara berasal dari perolehan suara di Kecamatan Sumbawa 1.393 suara, Kecamatan Moyo Hilir 106, dan Moyo Utara 130 suara. Caleg termuda ini masih mengungguli saingan terberatnya Zohran 928 suara dan Muslim Muin M.Sos 848 suara.
Untuk Partai Nasdem, kini berhasil menempatkan perwakilannya di DPRD Sumbawa dari Dapil I Sumbawa. Adalah Yuliana, yang sementara ini meraup 1.412 suara. Srikandi tersebut unggul sementara dari Sultan Kertapati 1.009 suara. Adizul Sahabuddin SP dari PKS tetap mempertahankan kursinya di DPRD Sumbawa. Caleg incumbent ini meraih 1.673 suara terpaut tipis dari ketua partainya, Muhammad Takdir yang mendapat 1.479 suara. Achmad Fahri sementara ini berhasil menggeser posisi Hairil—koleganya di Partai Amanat Nasional (PAN). Adik kandung Prof. Din Syamsuddin tersebut meraup 1.799 suara, sementara Hairil 1.325 suara.
Untuk ketiga kalinya Muhammad Yamin SE., M.Si dipastikan kembali menjadi wakil Partai Hanura di DPRD Sumbawa. Politisi yang berasal dari aktivis tersebut mengoleksi 2.023 suara unggul dari koleganya Zainuddin yang suaranya berada di urutan kedua. Keberuntungan serupa juga dialami Syamsul Fikri AR S.Ag M.Si. Ketua DPC Demokrat Sumbawa ini kembali terpilih sebagai anggota DPRD Sumbawa periode 2019—2024. Fikri berhasil meraih 2.028 suara akumulasi dari Kecamatan Sumbawa 1.208 suara, Moyo Hilir 565, dan Moyo Utara 255 suara.
Sebaliknya nasib mujur sepertinya belum memihak kepada dua calon incumbent ini. Kamaluddin ST M.Si diperkirakan terdepak dari kursi DPRD Sumbawa. Padahal suara pribadi politisi PPP yang dikenal santun ini cukup signifikan yakni 1.727 suara. Ini terjadi karena perhitungan sementara raihan suara partainya belum berhasil mendapatkan satu kursi di DPRD. PPP di Dapil 1 masih mengumpulkan 2.303 suara, berada di urutan 11 dari 9 kursi Dapil I Sumbawa yang ditetapkan. Tak jauh beda dengan Khaeruddin SE. Caleg PBB yang meraih 1.286 suara ini harus menelan pil pahit karena suara partainya nyaris mencukupi ‘harga’ satu kursi. PBB di Dapil I Sumbawa sebenarnya berpeluang merebut kursi terakhir. Namun suara PBB yang sementara ini mencapai 2.361 suara berada di bawah dari Partai Demokrat yang meraih 3.141 suara. (JEN/SR)






