Jalan Menantang di Rumah Apung Labuan Lalar, Sudah Banyak Korban

oleh -545 Dilihat

SUMBAWA BARAT, SR (26/2/2019)

Jalan rumah apung di Desa Labuan Lalar Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat cocok untuk menguji adrenalin. Betapa tidak, jalan kayu yang lapuk dan nampak bagian jalan utama berlubang membuat setiap orang yang melintas merasa was was. Banyak masyarakat yang melintas terpaksa memilih jalan yang bagus karena sebagian jalan tidak bisa dilalui. Akibat tidak jitu dalam memilih jalan sudah banyak korban yang terjatuh. Ada yang tergelintir, ada juga yang masuk lubang. Kondisi ini dirasakan setiap hari oleh 100 kepala keluarga di rumah apung. Untuk memperbaiki jalan utama, masyarakat harus rela mengorbankan jalan yang lain, dengan cara mengambil kayunya digunakan untuk memperbaiki jalan utamanya.

Ditemui SAMAWAREA belum lama ini, Andi salah seorang penghuni rumah apung mengakui kondisi jalan setempat sangat memprihatinkan. Banyak kayu yang lapuk, sehingga setiap tahunnya sudah tiga kali diperbaiki. “Biasanya kalau kita mau perbaiki kita harus patungan semampu kita, kadang anggaran yang terkumpul tidak mampu untuk memperbaiki semua. Jalan utama saja hanya bisa kita perbaiki separuh dari jalan utama karena kondisi masyarakat rumah apung kurang mampu, itupun masyarakat bisa patungan kalau musim ikan lagi banyak, kalau kondisi jalan belakang sudah hampir tidak bisa dilalui,” bebernya.

Ini semakin diperparah ketika memasuki musim penghujan. Kondisi jalan semakin buruk sekali dan membutuhkan gerak cepat untuk memperbaikinya. Tapi apa daya masyarakat sudah tidak mampu lagi patungan karena sekarang musim angin kencang masyarakat tidak bisa melaut. “Kita harus cari solusi lain, setelah kita rembuk dengan masyarakat lain akhirnya kita dapat solusi yaitu kita ambil kayu jalan lain yang masih bisa digunakan untuk menambal dan memperbaiki jalan utama. Setelah dikerjakan secara bergotong royong, belakang jalan utama dikorbankan kayunya. Habis kita ambil untuk perbaiki jalan dari arah masuk sampai persimpangan tengah pemukiman,” ungkapnya.

Akibat jalan yang rusak kata Andi, tidak sedikit masyarakat yang melintas menjadi korban. Ada yang tergelincir karena menghindari jalan yang rusak, ada yang masuk ke lubang karena salah pilih jalan. Belum lama ini satu jatuh. Suami istri dan anaknya yang masih kecil, dan ada banyak lagi kejadian lain. Ditanya apakah kondisi jalan itu diketahui pemerintah ? Andi menyatakan pasti mengetahui karena sudah banyak orang datang memotret kondisi ini. Mereka mengaku dari perwakilan dari pemerintah. Namun sampai sekarang tidak ada tanda-tanda jalan itu berubah ke arah lebih baik.

Pantauan media ini, kondisi jalannya memang sangat mengkhawatirkan. Jalan utama yang sudah diperbaiki saja harus dilewati dengan penuh kehati-hatian. Tampak jalan utama bagian belakang yang sudah tidak ada kayunya tinggal tiang beton yang berdiri kokoh.

Kepala Bidang Perumahan Dinas PUPR Sumbawa Barat yang coba dikonfirmasi tidak berada di tempat. Sampai saat ini belum konfirmasi resmi dari pemerintah daerah. (HEN/SR)

 

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *