Volume Pasien Meningkat, RSUD Asy Syifa akan Tambah 6 Unit Alat HD

oleh -1435 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASY-SYIFA KABUPARTEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (16/11/2018)

Semakin meningkatnya jumlah pasien gagal ginjal yang melakukan proses cuci darah atau hemodialisis (HD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy Syifa Sumbawa Barat, membuat pihak rumah sakit kewalahan untuk mengatur jadwal pasien. Karenanya, pihak RSUD Asy Syifa berencana akan menambahkan 6 Unit Alat HD pada Tahun 2019 agar mampu memenuhi kebutuhan akan cuci darah pasien. “Saat ini kita sudah memiliki mesin hemodialisa sebanyak 9 unit, tahun depan kita rencanakan akan menambah 6 unit lagi. Penambahan fasilitas cuci darah ini dilakukan mengingat layanan HD di RSUD Asy Syifa merupakan layanan HD satu satunya di Pulau Sumbawa,” ujar Direktur RSUD Asy Syifa, dr. Carlof Sitompul di ruang kerjanya, belum lama ini.

Carlof mengaku bahwa volume pasien HD dari luar daerah terus bertambah, hal tersebut terus terjadi mengingat layanan HD di RSUD Asy Syifa merupakan layanan rujukan dari rumah sakit lain di Pulau Sumbawa. Hal demikianlah yang membuat layanan HD menjadi salah satu layanan andalan yang ada di RSUD Asy Syifa. “Ini kan pasien cuci darah dari Kabupaten Sumbawa trendnya semakin meningkat. Tentunya dengan adanya penambahan alat HD diharapkan bisa mengoptimalkan pelayanan kita. Belum lagi penambahan jadwal pasien yang sebelumnya melakukan cuci darah dari sekali seminggu, menjadi dua kali seminggu,” imbuhnya.

Rencana penambahan alat Hemodialisa tentunya akan dibarengi dengan penambahan tenaga medis yang kualified. Karena tenaga medis yang bertugas di ruang HD harus memiliki keahlian khusus untuk mengoperasikan peralatan HD sesuai standar Operasional Prosedurnya. “Kita akan mengirimkan tim untuk mengikuti magang/pelatihan selama beberapa bulan. Hal demikian sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Sehingga akan membantu kelancaran dalam pengoperasionalan alat hemodialisa,” ucapnya.

Untuk diketahui, penggunaan alat Hemodialisa pada penderita gagal ginjal dilakukan untuk memisahkan zat-zat terlarut yang merupakan sebuah proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh. Hemodialisis menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialysis atau dikenal oleh masyarakat sebagai proses cuci darah. (HEN/SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *