SUMBAWA BESAR, SR (23/10/2018)
Aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid oleh oknum Banser saat perayaan Hari Santri di Kabupaten Garut, Jawa Barat, memancing reaksi keras dan beragam dari berbagai kalangan masyarakat. Sikap reaktif masyarakat ini sudah mendekati anarkis dan dikhawatirkan dapat mengganggu kondusifitas daerah. Khusus di Kabupaten Sumbawa reaksi ini sudah terlihat namun masih dalam tataran di media social. Karenanya Pemda Sumbawa bersama TNI dan Polri serta elemen masyarakat lainnya berupaya untuk mengantisipasi guna menjaga daerah ini tetap kondusif dan masyarakat tidak terprovokasi sehingga berbuat anarkis. “Kami di sini selaku Forkopimda menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetap menjaga stabilitas keamanan dan menjaga Sumbawa tetap kondusif,” kata Dandim 1607 Sumbawa, Letkol (Inf) Samsul Huda dalam jumpa persnya di Mapolres Sumbawa, Selasa (23/10).
Menurut Dandim, oknum Banser yang menimbulkan kegaduhan yang diduga membakar bendera berkalimat Tauhid tersebut telah diamankan dan kini dalam proses pihak kepolisian Polres Garut. Karena itu masyarakat diminta untuk menyerahkan penanganan kasus itu kepada pihak berwenang. “Saat ini kita dalam tahapan penyelenggaraan pesta demokrasi pemilihan legislative dan presiden. Jadi jaga dan sukseskan pesta ini dengan tetap mempertahankan kondusifitas. Segala macam berita dan informasi yang belum tentu kebenarannya agar diabaikan karena akan memecahkan belah antara kita,” harapnya.
Harapan senada diungkapkan Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo S.IK MT. Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan kejadian di Garut. Serahkan semua itu kepada hukum karena hukum adalah panglima tertinggi di republik ini. “Insyaa Allah di Sumbawa tetap mengedepankan kesatuan dan persatuan untuk terwujudnya Kamtibmas yang kondusif. Hal-hal yang berpotensi terjadinya kerawanan keamanan dapat diantisipasi dan diminimalisasi.
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Lalu Budi Suryata SP mengapresiasi jajaran Polri dan TNI yang cepat bertindak agar daerah tetap kondusif. Keamanan daerah sangat dibutuhkan karena daerah yang kondusif dapat mendatangkan investasi yang berdampak positif bagi pembangunan daerah. “Ini menjadi tanggung jawab kita semua, jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang berbau hoax. Kami percaya bahwa masyarakat Sumbawa memiliki pikiran yang dewasa dan tidak mudah terpengaruh dengan kejadian di Garut,” imbuhnya.
Mewakili Bupati, Kepala Kesbangpoldagri Sumbawa, H Yahya Adam BA menyatakan Pemda akan menggelar rapat koordinasi menghadirkan sejumlah pihak terkait sebagai sikap pemerintah dalam menjaga masyarakatnya agar tidak terpancing dengan kejadian di Garut. “Secepatnya kami gelar rapat. Daerah harus tetap kondusif dan pesta demokrasi harus berlangsung sukses baik sukses penyelenggaraan maupun sukses hasil,” pungkasnya.
Hadir dalam jumpa pers itu selain Dandim, Kapolres, Ketua DPRD dan Kepala Kesbangpoldagri, di antaranya Ketua PN Sumbawa, Kepala Lapas, dan Kepala Bapas Sumbawa. (JEN/SR)






