SUMBAWA BESAR, SR (05/09/2018)
Puluhan warga Desa Padesa Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa mendatangi Polres Sumbawa, Rabu (5/9) siang. Kedatangan mereka sebagai respon atas isu yang berkembang jika laporan dugaan ijazah palsu oknum Kadesnya, dipetieskan. Sebab mereka menilai penanganan kasus itu terkesan lambat, padahal sejumlah bukti yang menguatkan dugaan ijazah tersebut palsu, sudah dikantongi polisi. Perwakilan massa di antaranya Edoth Syafruddin, Muhammad Nawawi, Abdul Rauf dan Iwan Wahyudi ini disambut Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Zacky Maghfur SIK didampingi sejumlah penyidiknya.
Dalam penjelasannya, Kasat Zacky membantah jika penanganan kasus itu tidak berjalan. Sejauh ini pemeriksaan saksi telah dilakukan termasuk bertolak ke Bima untuk meminta keterangan Kadis Dikpora Bima dan para pejabat setempat. Dari keterangan saksi termasuk keterangan terlapor (oknum Kades Padesa) menguatkan dugaan ijazah palsu. Ia memahami kekhawatiran pelapor dan warga lainnya terkait alotnya penanganan kasus itu. Hal ini bukan disengaja tapi karena pihaknya harus berbagi waktu, selain sebagai penyidik, juga sebagai aparat yang diterjunkan ke lokasi gempa di Alas, Alas Barat, Buer dan Utan. Selain itu untuk menguatkan pasal yang akan disangkakan, pihaknya membutuhkan keterangan saksi ahli yakni ahli pidana. Sedangkan ahli pidana akan bersedia dimintai keterangan pecan depan. “Saya kaget mendengar isu itu. Karena sampai sekarang proses terus dipertajam,” ungkap Kasat.
Sejauh ini pihaknya juga sudah mengkoordinasikan perkara tersebut ke pihak kejaksaan. Salah satunya dengan mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). “Jangan khawatir, kami bersikap professional dalam menangani kasus ini,” imbuhnya.
Untuk itu dia berharap masyarakat khususnya di Desa Padesa Kecamatan Lantung tidak terpancing dengan isu-isu yang berpotensi terjadinya kerawanan keamanan. “Mari jaga kondusifitas, percayakan penanganan kasus ini kepada kami selaku aparat penegak hukum,” pungkasnya.
Sementara Muhammad Nawawi selaku pelapor mengaku bahwa kedatangannya untuk mempertanyakan progres penanganan dugaan penggunaan ijazah palsu Kades Padesa, menyusul adanya isu penanganan kasus tersebut tidak berjalan. Setelah pertemuan dengan Kasat Reskrim, pihaknya mengaku puas karena polisi telah bekerja dengan baik, termasuk memastikan kebenaran ijazah yang dikantongi Syaharuddin sampai ke Bima. “Kami puas dan bangga dengan kinerja polisi,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Edoth Syafruddin selaku pendamping, menyambut positif keseriusan polisi dalam menangani kasus itu. Pihaknya tetap berharap polisi mengusut secara tuntas agar laporan dari warga Padesa ini memiliki kepastian hukum. (SR)








