SUMBAWA BESAR, SR (19/04/2018)
Ali Budhi Kusuma–Dosen Fakultas Teknobiologi Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang sedang melanjutkan studi doktoral (S3) bidang Extremophilic Microbiology and Antimicrobial Discovery di Newcastle University, Inggris, berkesempatan mewakili Indonesia untuk berpartisipasi dalam pertemuan ilmiah bertaraf internasional Society for Microbial Systematics (BISMiS) ke-4 yang digelar di Muldersdrift, Johannesburg, Afrika Selatan, 8–12 April 2018 lalu.
Pada forum tersebut, Alidi sapaan karibnya mempresentasikan sebagian kecil hasil dari penelitiannya mengenai pencarian kandidat sumber senyawa antobiotik potensial yang berasal dari beberapa spesies aktinobakteria yang berhasil diisolasi dari berbagai lingkungan lahan kering (Arid Habitats) di Indonesia, seperti ekosistem gumuk pasir Parangkusumo, Yogyakarta, lautan pasir Gunung Bromo, dan sampel tanah dari puncak Bukit Olat Maras di Kampus UTS, Sumbawa.
Empat dari 87 isolat aktinobakteria lokal yang berhasil diisolasi merupakan spesies baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Kemampuan isolat-isolat tersebut dalam memproduksi senyawa antibiotik dilakukan melalui proses skrining tahap satu terhadap 6 spesies mikroorganisme berbeda yang mewakili kelompok gram positif, gram negatif, dan yeast. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa spesies aktinobakteria lokal asli Indonesia itu menghasilkan banyak senyawa antibiotik jenis baru yang sangat berpotensi untuk membunuh mikroorganisme patogenik seperti Escherichia coli, Bacillus cereus, Pseudomonas aeroruginosa, dan Candida albicans. “Kesuksesan dalam riset itu diharapkan dapat memberi kontribusi nyata bagi kemajuan dunia penelitian mikrobiologi medis dan bioteknologi farmasi di Indonesia, khususnya pemanfaatan sumber daya hayati miroba lokal Indonesia untuk produksi bahan baku obat nasional di masa mendatang,” terang sosok yang pernah menjadi Dekan Teknobiologi itu.
BISMiS society atau yang dikenal juga dengan Bergey’s Manual Trust merupakan organisasi tertinggi yang mewadahi ahli sistematik, biodiversitas, dan taksonomi mikroba (khususnya Bakteri dan Archea) di dunia yang anggotanya tersebar di berbagai negara di Benua Amerika, Afrika, Eropa, Asia, dan Australia. Partisipasi Fakultas Teknobiologi UTS sebagai wakil Indonesia di forum ilmiah ini juga membuka pintu kerjasama internasional dengan berbagai universitas dan lembaga riset terkemuka dunia dalam bidang sistematika mikroba, seperti The University of Oklahoma-USA, Sun Yat Sen University-China, University of Pretoria-Afrika Selatan, Checz Republic Microbial Culture Collections, dan berbagai institusi lainnya. (SR)






