SUMBAWA BARAT, SR (23/02/2018)
Masyarakat Tambak Sari mengeluhkan hasil pekerjaan jalan jalur dua yang dikerjakan PT. Arya Jaya Raya. Pembangunan jalan jalur dua mulai dari Simpang Tiga Desa Poto Tano hingga Simpang Tiga Desa Tambak Sari sepanjang 3,8 kilometer ini sudah dinyatakan tuntas. Namun oleh warga setempat, jalan senilai Rp 32 milyar dari dana APBD Provinsi NTB ini dinilai kurang bagus karena jalannya tidak rata. “Kok hasil pekerjaan jalan ini tidak rata dan bergelombang,” keluh Alwi salah seorang warga Tambak Sari Kecamatan Poto Tano, Jumat (23/2).
Apalagi saat ini musim hujan, setiap ruas jalan banyak terlihat genangan air yang membuat masyarakat pengguna jalan terganggu. Bahkan ungkap Alwi, jalan itu berpotensi terjadinya kecelakaan karena pengendara terganggu dengan genangan air. Ini disebabkan karena pembuatan jalan tidak dibarengi dengan pembuatan drainase sehingga air hujan langsung menggenangi pemukiman warga. “Kami juga melihat ada bahu jalan yang longsor akibat gerusan air. Jangan sampai ada warga yang menjadi korban karena pekerjaan jalan yang kurang baik,” tukasnya.
Alwi berharap jika pekerjaan jalan sudah dinyatakan selesai, pemerintah provinsi turun ke lapangan untuk melihat hasil pekerjaan sebelum diterima. Alwi juga berharap pemerintah segera membuat drainase di sepanjang jalan jalur dua tersebut.
Sementara itu Anggota DPRD Dinata Putrawan ST kepada SAMAWAREA mendesak provinsi segera membuat rambu rambu lalulintas di jalan jalur dua tersebut. Hal ini mengingat masih banyak yang belum dibenahi. Seperti jalan yang belum dicat, tamannya belum diget, banyak hewan berkeliaran, dan tiang listrik masih berdiri kokoh di ruas jalan.”Kami minta perhatian Pemerintah Provinsi karena bagaimanapun juga warga kami yang akan menerima dampak dari kebijakan ini,” kata politisi PAN ini. (HEN/SR)






