SUMBAWA BARAT, SR (22/11/2016)
Menteri Tenaga Kerja, Muhammad Hanif Dhakiri mengharapkan Bupati dan DPRD KSB terus kompak dalam membangun daerah baik lahiriah maupun bathiniah. “Saya lihat pembangunan di daerah ini sungguh luar biasa karena pembangunan lahiriah dan batiniah saling beriringan sehingga akan membentuk moral dan akhlak yang baik sehingga kekompakan dan persatuan merupakan syarat untuk terus membangun dan meraih kemajuan,” pesan Hanif saat menyerahkan secara resmi Balai Latihan Kerja kepada pemerintah daerah (Pemda) KSB saat menghadiri Hari Lahir (Harlah) KSB ke-13, Minggu (20/11).
Menteri Hanif menilai potensi Indonesia termasuk Sumbawa Barat ini luar biasa. Potensi ini menjadi sia-sia jika masyarakat tidak rukun dan damai. Sebab dalam situasi seperti itu potensi tidak tergarap dan pembangunan tidak berjalan yang membuat daerah terpuruk. “Kita sangat bersyukur karena di Sumbawa Barat zero konflik horizontal. Ini yang harus kita tingkatkan solidaritas dan jiwa gotong-royong untuk saling bahu-membahu seperti yang dicanangkan pemerintah daerah, yaitu pembangunan berbasis gotong-royong (persatuan),” ucapnya.

Terkait dengan dihibahkannya BLK di Poto Tano, Menteri Hanif berharap keterampilan dan kemampuan kerja khususnya warga Sumbawa Barat semakin meningkat mengingat KSB adalah daerah tambang sehingga rakyatnya bisa bekerja di daerahnya sendiri. “Kami minta pemerintah daerah untuk dapat mengalokasikan anggarannya baik untuk perbaikan ataupun peningkatan kualitas mutu di BLK itu,” pintanya.
Hanif juga meminta para pelaku usaha khususnya PT AMNT—pengganti PTNNT dapat berpartisipasi dalam peningkatan kompetensi dan keterampilan warga KSB agar pembangunan bisa benar-benar dinikmati oleh masyrakat lokal. “Kami dari kementrian akan terus mensupport peningkatan kompotensi SDM masyarakat Sumbawa Barat,” imbuhnya.
Sementara Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST menyatakan bahwa Pemda KSB akan mensupport anggaran untuk BLK melalui APBD 2017 sebesar Rp 20—30 milyar. Nantinya produk SDM yang dihasilkan BLK ini, dapat didistribusikan menjadi tenaga kerja PT AMNT karena sudah menjadi tenaga siap pakai. “Kami harap PT AMNT dapat memberikan berapa kebutuhannya akan kami siapkan sebagai bentuk kerjasama pemerintah daerah dan perusahaan. Jadi jangan beralasan lagi tidak ada skill, karena dengan adanya BLK, skill sudah tidak menjadi masalah,” pungkasnya. (HEN/SR)







