Siap Mencari Calon Dekan FK
SUMBAWA BESAR, SR (16/06/2016)
Khabar gembira bagi masyarakat Sumbawa. Sebab tidak lama lagi Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) berencana akan membangun Fakultas Kedokteran. Dengan keberadaan fakultas prestisius ini, UTS memiliki 8 fakultas. Sejak berdiri Tahun 2012 lalu, UTS telah memiliki 7 fakultas. Fakultas tersebut adalah Fakultas Teknik Informatika, Fakultas Teknik Pertambangan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik Pertanian, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknobiologi, dan Fakultas Psikologi. Dari sejumlah fakultas ini terdapat 14 program studi (Prodi) yakni Teknik Metalurgi dan Material, Teknik Mesin, Teknik Informatika, Bioteknologi, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Ilmu Komunikasi, Psikologi, Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Industri.
Kepastian UTS memiliki Fakultas Kedokteran (FK) ditandai dengan dibentuknya Panitia Persiapan FK UTS yang diketuai Dr. Arief Budi Witarto, M.Eng—mantan Rektor UTS yang juga Direktur Science and Technopark (STP) Sumbawa. Bahkan saat ini juga mencari dokter muda untuk memimpin fakultas tersebut. Dokter ini nantinya akan disekolahkan untuk meraih program doktor (S3) di Fakultas Kedokteran Universitas di Jepang.
Ketua Panitia FK UTS, Doktor Arief—sapaan akrabnya membenarkan rencana membangun Fakultas Kedokteran UTS yang berkualitas. Salah satu cirinya, fakultas itu akan dipimpin oleh para dokter yang bergelar doktor lulusan luar negeri. Karena itu pihaknya mengundang para dokter muda yang memiliki perhatian sebagai akademisi untuk bergabung. Calon yang terpilih, setelah melewati masa persiapan yaitu terlibat dalam penelitian biomedik di Sumbawa selama minimal 1 tahun dengan target publikasi ilmiah, akan dikirim sekolah S3 (Program Doktor) di Fakultas Kedokteran Universitas di Jepang.

Doktor Arief menyebutkan beberapa persyaratan yang dapat direkrut sebagai Dekan FK UTS. Adalah dokter umum (laki-laki/perempuan) berusia maksimal 30 tahun. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang mencukupi. Kemudian setelah selesai studi bersedia mengabdi di FK UTS selama minimal 1 periode kepemimpinan (4 tahun), baru kemudian mengambil pendidikan dokter spesialis bila dikehendaki. Bagi yang berminat, diharapkan mengirim Curiculum Vitae (CV) lengkap dengan pas photo, ijasah, transkrip nilai, surat motivasi, dan bukti kemampuan Bahasa Inggris. “Kelengkapan ini dikirim via email ke panitiafk@uts.ac.id,” kata pria kelahiran Lahat, 12 Mei 1971 ini.
Di bagian lain, Doktor Arief menginformasikan bahwa 18 Juni 2016 atau dua hari kedepan, akan menggelar Seminar Kedokteran Sumbawa. Seminar ini akan diisi para dokter spesialis, konsultan yang bergelar doktor maupun profesor dari Jawa. Kegiatan ini dalam bentuk seminar ilmiah kedokteran, talkshow pendidikan kedokteran, dan seminar klinis kedokteran. “Silakan datang, dan tidak dipungut biaya alias gratis,” pungkasnya. (JEN/SR)







Tidak mudah mendirikan fakultas kedokteran baru. Bahkan pergejolakan pembukaan 8 fakultas kedokteran baru kemarin saja telah menuai polemik bagi mahasiswa kedokteran seluruh Indonesia atas nama Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia, terutama kami yang berada di kawasan Indonesia Timur. Bukan jumlah dokter yang menjadi permasalah saat ini, tetapi kualitas dan mutu dokter. Kuantitas dokter sudah memadai, hanya saja penempatan dokter secara merata belum begitu baik.