SUMBAWA BESAR, SR (30/01/2016)
Pemadaman listrik kerap terjadi di wilayah Kabupaten Sumbawa. Terkadang pemadaman ini di luar jadwal pemadaman bergilir yang diberlakukan PLN. Kondisi ini membuat masyarakat mengeluh dan menuding pelayanan perusahaan listrik negara tersebut tidak professional. Hal ini diakui Manager Rayon Samawa Rea PLN Sumbawa, Agus Syaifullah. Disebutkannya bahwa pemadaman ada dua jenis yaitu pemadaman bergilir sesuai jadwal, dan padam sesaat.
Pemadaman bergilir diberlakukan karena ada pemeliharaan rutin mesin pembangkit. Sebelum pemadaman ini dilakukan akan diumumkan melalui media massa agar masyarakat dapat mengetahuinya. Biasanya pemadaman ini akan berlangsung selama beberapa hari, minggu bahkan bulan dengan durasi yang sudah diatur sedemikian rupa.

Kemudian untuk padam sesaat merupakan jenis pemadaman yang berada di luar kemampuan. Penyebabnya bermacam-macam, bisa karena cuaca buruk dan pohon tumbang. Akhir-akhir pemadaman sesaat kerap terjadi menyusul masuknya musim penghujan. Banyak pohon yang tumbang menimpa jaringan listrik terutama di wilayah Kecamatan Lenangguar dan Batu Lanteh—yang sebagian besar daerahnya hutan dan pegunungan. “Pemadaman ini tidak bisa diprediksi namun bisa cepat diantisipasi,” katanya.
Untuk meminimalisir terjadi padam sesaat, PLN memiliki tim yang melakukan perabasan dan mengecek jaringan listrik terutama yang melewati hutan dan pegunungan. Sebab antisipasi kerusakan jaringan itu sangat penting sebab bukan hanya mengganggu masyarakat selaku pengguna tapi juga PLN selaku pemberi manfaat yang mengalami kerugian. Untuk memperbaiki jaringan yang rusak membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Meski tidak bisa diprediksi, namun pemadaman sesaat dapat diminimalisir,” demikian Agus. (JEN/SR)







