Raker Tahunan, FPRB Sumbawa Susun Strategi Mitigasi, BPBD Tekankan Pemetaan Risiko Bencana

oleh -113 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (3 Maret 2026) – Rapat Kerja (Raker) Tahunan digelar sebagai tindak lanjut pengukuhan pengurus yang sebelumnya dilakukan oleh Bupati Sumbawa.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Grand Samota Hotel Sumbawa, Senin (2/3/2026) ini dibuka secara resmi oleh Kepala BPBD Kabupafen Sumbawa, M. Nurhidayat ST.

Dalam sambutannya, Kepala BPBD menegaskan pentingnya penguatan desa dalam upaya penanggulangan bencana. Menurutnya, desa merupakan garda terdepan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sehingga kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat di tingkat desa harus terus ditingkatkan.

Ia juga menekankan perlunya pemetaan lokasi risiko bencana secara lebih detail guna mempercepat langkah penanggulangan saat terjadi kondisi darurat. Selain itu, FPRB diminta membangun kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), khususnya terkait potensi dan tingkat kegagalan bendungan yang dapat berdampak luas bagi masyarakat.

“Edukasi kebencanaan juga perlu dilakukan di setiap perkantoran pemerintah, terutama terkait ancaman gempa bumi dan banjir. Ini penting agar seluruh aparatur memahami langkah-langkah penyelamatan diri dan penanganan awal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FPRB Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, SH, MH, melalui Wakil Ketua II Dr. Rusdianto AR, M. Pd menjelaskan bahwa rapat kerja ini difokuskan pada pembahasan dan penyusunan rencana kerja tahunan organisasi.

Menurutnya, setelah resmi dikukuhkan oleh Bupati Sumbawa, seluruh anggota di masing-masing divisi akan mulai bekerja sesuai bidang tugasnya. Setiap divisi diminta mengusulkan program kerja ke depan untuk kemudian dibahas dan disepakati bersama dalam forum raker.

“Raker ini menjadi momentum untuk menyusun strategi yang akan dilaksanakan, termasuk penguatan kapasitas anggota serta mendorong langkah-langkah mitigasi bencana yang nantinya juga akan diteruskan kepada masyarakat,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas penyusunan dan penguatan regulasi guna memperkuat aturan yang sudah ada, sehingga upaya pengurangan risiko bencana memiliki landasan hukum yang lebih kokoh.

Selain itu, penguatan kapasitas desa dan kelembagaan menjadi salah satu fokus utama. FPRB berkomitmen meningkatkan edukasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat, termasuk warga desa, sekolah, kampus, majelis taklim, lansia, dan penyandang disabilitas agar memahami penanganan awal saat terjadi bencana maupun situasi darurat.

Sosialisasi dinilai menjadi kunci utama. Tidak hanya memahami mitigasi, masyarakat juga diharapkan memiliki kesadaran untuk menghindari risiko yang dapat memicu terjadinya bencana.

Dalam raker ini juga dibahas rencana sosialisasi tertulis di berbagai lokasi strategis agar masyarakat mengetahui kawasan rawan bencana dan kawasan yang relatif aman.

Dengan demikian, diharapkan terbangun budaya sadar bencana yang kuat di Kabupaten Sumbawa serta tercipta masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *