SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 Maret 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus merealisasikan Program Unggulan 12 Jarot–Ansori melalui program Siswa Sehat Bergizi dan Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Program ini menjadi bagian dari komitmen penguatan sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini hingga jenjang perguruan tinggi.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP kepada SAMAWAREA, Minggu (1/3/26) menyebutkan, sebanyak 33.951 siswa dan santri telah menerima manfaat program Siswa Sehat Bergizi. Program ini memastikan puluhan ribu pelajar di Kabupaten Sumbawa memiliki status kesehatan yang baik serta pemenuhan gizi yang optimal.
Dikatakan Bupati, fokus utama program ini adalah intervensi kesehatan sejak dini dengan menjangkau lingkungan sekolah dan pesantren. Upaya ini dilakukan untuk menjamin kualitas fisik generasi penerus daerah agar tumbuh sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan.
679 Mahasiswa Terima Beasiswa
Selain menyasar pelajar tingkat dasar dan menengah, Pemkab Sumbawa juga menyalurkan bantuan biaya pendidikan melalui Kartu Sumbawa Pintar (KSP) kepada 679 mahasiswa.
Beasiswa tersebut mencakup jenjang Diploma, Strata, hingga Pascasarjana yang bersumber dari dana APBD. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri Sumbawa yang berprestasi maupun yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
Dari total penerima, sebanyak 664 mahasiswa menerima beasiswa umum yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi. Yakni, 292 mahasiswa di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), 215 mahasiswa di Universitas Samawa (UNSA) dan 98 mahasiswa di Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM).
“Program ini menunjukkan jangkauan luas dukungan pendidikan Pemkab Sumbawa di berbagai perguruan tinggi lokal,” ujar Bupati yang disapa) Haji Jarot.
Rp 2,5 Miliar untuk Mahasiswa Kedokteran dan Farmasi
Secara khusus, lanjut Bupati, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar untuk mendukung 15 mahasiswa berprestasi di bidang Kedokteran dan Farmasi.
Dukungan ini diharapkan mampu mencetak tenaga medis dan farmasi berkualitas yang nantinya dapat kembali mengabdi di Kabupaten Sumbawa, sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan daerah.
Program Unggulan 12 Jarot–Ansori ini menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada investasi jangka panjang di sektor kesehatan dan pendidikan.
“Dengan memastikan siswa sehat dan mahasiswa terbantu secara finansial, Pemkab Sumbawa menanam fondasi kuat bagi masa depan daerah,” pungkasnya. (SR)





