Sat Polairud Sumbawa Gandeng Muslimat NU, Edukasi Ibu Pesisir, Cegah Kejahatan Perairan melalui Mother Policing

oleh -217 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5 Februari 2026) — Satuan Polairud Polres Sumbawa bersama Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumbawa menghadirkan pendekatan baru dalam menjaga keamanan wilayah perairan.

Penekeatan ini melalui konsep “Mother Policing” yang dipadukan dengan syiar agama, upaya pencegahan tindak pidana di pesisir dilakukan secara persuasif, humanis, dan berbasis keibuan.

Program ini tidak sekadar menghadirkan polisi di tengah masyarakat, tetapi membuka ruang dialog dengan ibu-ibu pesisir melalui kegiatan “curhat”.

Dari ruang-ruang percakapan tersebut, polisi dapat mendengar langsung persoalan sosial dan ekonomi keluarga nelayan, sekaligus melakukan deteksi dini terhadap potensi kerawanan dan pelanggaran hukum di perairan, seperti pencurian hasil laut, penggunaan bom ikan (destructive fishing), hingga penyalahgunaan narkoba.

Kasat Polairud Polres Sumbawa, IPTU Baiq Shinta Dewi Ratna Negari, SH, menegaskan bahwa pendekatan Mother Policing menempatkan kasih sayang, empati, dan dialog sebagai kunci pencegahan kejahatan.

“Kami ingin merangkul, bukan hanya mengawasi. Mendengar langsung keluh kesah ibu-ibu pesisir menjadi langkah penting untuk memahami akar persoalan di lapangan,” ujarnya saat menjadi pemateri pada kegiatan bertema “Sinergitas Satpolairud Polres Sumbawa Bersama Muslimat NU dalam Pencegahan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Sumbawa” di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, Selasa (3/2/26) kemarin.

Dikatakannya, kolaborasi ini juga diperkuat dengan peran aktif Muslimat NU yang memberikan edukasi ketahanan pangan serta keterampilan pengolahan hasil perikanan kepada kelompok ibu-ibu pesisir.

Ikan tangkapan tidak lagi hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomis seperti abon, kerupuk, dan berbagai produk inovatif lainnya. Langkah ini dinilai efektif meningkatkan nilai tambah hasil laut sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Edukasi ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan dini. Tekanan ekonomi kerap menjadi salah satu pemicu keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ilegal seperti illegal fishing atau penyelundupan. Dengan peningkatan keterampilan dan pendapatan keluarga, potensi tersebut dapat ditekan.

Pendekatan syiar agama turut mewarnai kegiatan ini. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, serta ajaran mencari nafkah sesuai aturan hukum dan agama ditanamkan kepada masyarakat pesisir. Pesan moral ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian laut dan keamanan perairan.

Baiq Shinta, akrab wanita berpangkat dia balok kuning ini disapa, juga aktif terlibat dalam rapat kerja Muslimat NU, menegaskan peran strategis organisasi perempuan tersebut dalam membangun ketahanan keluarga yang berdampak langsung pada terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di pesisir.

Melalui sinergi ini, Sat Polairud Polres Sumbawa, Muslimat NU, dan masyarakat pesisir bersama-sama membangun model community policing yang inovatif. Pendekatan humanis dan religius ini diharapkan mampu mewujudkan perairan Sumbawa yang aman, tertib, dan berkelanjutan. (SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *