Masyarakat KSB Nilai Kerja Sama RSUD Assy-Syifa dan PT Amman untuk MCU Sangat Rasional

oleh -198 Dilihat

Sumbawa Barat, Samawarea. Com ( 05/2/2026)

Wacana kerja sama antara RSUD Assy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan PT Amman Nusa Tenggara terkait pelaksanaan Medical Check Up (MCU) mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat. Kerja sama tersebut dinilai sangat rasional dan seharusnya sudah terwujud sejak lama, mengingat keberadaan industri tambang tembaga dan emas berskala besar yang telah beroperasi puluhan tahun di wilayah tersebut.

Salah satu tokoh pemuda yang menyoroti hal ini adalah Teddy Agusdiansyah sebagai Bendahara Umum Badko Bali Nusra aktivis KSB sekaligus mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa Barat. Ia menilai, RSUD Assy-Syifa memiliki kapasitas dan legitimasi yang kuat untuk menjadi mitra resmi PT Amman dalam pelaksanaan MCU bagi karyawan perusahaan.
“RSUD Assy-Syifa adalah satu-satunya rumah sakit daerah di Kabupaten Sumbawa Barat, tempat di mana tambang emas berdiri dan beroperasi selama puluhan tahun, sejak era Newmont hingga saat ini dikelola oleh PT Amman Nusa Tenggara. Sangat tidak masuk akal jika selama ini MCU justru dikerjasamakan dengan pihak luar daerah, sementara kita memiliki RSUD yang juga mampu melakukan layanan tersebut,” ungkap Tedi.

Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya soal teknis pelayanan kesehatan, tetapi juga bentuk keberpihakan perusahaan terhadap daerah tempatnya beroperasi. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak seharusnya mempersulit proses kerja sama, melainkan mendukung penuh penguatan fasilitas kesehatan lokal.

Tedi bahkan menilai, dengan keberadaan perusahaan tambang emas terbesar nomor dua di Indonesia di wilayah KSB, RSUD Assy-Syifa seharusnya sudah berkembang menjadi rumah sakit rujukan unggulan, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Seharusnya RSUD Assy-Syifa sudah menjadi rumah sakit rujukan luar biasa di NTB. Kehadiran perusahaan tambang besar seperti PT Amman mestinya menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan daerah, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa proses kerja sama ini terbilang terlambat, mengingat tambang emas di Sumbawa Barat telah beroperasi dalam kurun waktu yang sangat lama. Baru kali ini, kata Tedi, muncul keseriusan untuk menjalin kerja sama dengan RSUD setempat.

Terkait pelaksanaan MCU, Tedi menilai hal tersebut merupakan bentuk dukungan kecil namun strategis dari perusahaan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh kedua belah pihak. Di satu sisi, perusahaan mendapatkan layanan kesehatan yang dekat, efisien, dan berkelanjutan. Di sisi lain, RSUD Assy-Syifa memperoleh peningkatan kapasitas, pengalaman, serta kepercayaan publik.
“MCU ini sebenarnya dukungan kecil dari perusahaan, tetapi dampaknya besar.

Menguntungkan dua belah pihak. Bahkan saya berpikir, PT Amman seharusnya bisa memberikan dukungan yang lebih besar lagi untuk kemajuan pelayanan kesehatan di Sumbawa Barat,” ujarnya.
Salah satu bentuk dukungan konkret yang diusulkan Tedi adalah pembangunan gedung tambahan di area RSUD Assy-Syifa untuk pengembangan layanan kesehatan. Menurutnya, langkah tersebut sangat rasional dan realistis jika melihat skala dan kemampuan finansial perusahaan.

“Pembangunan gedung tambahan untuk pengembangan pelayanan kesehatan itu sangat rasional. Sekelas PT Amman, perusahaan raksasa dengan penghasilan triliunan rupiah, tentu hal tersebut bukan beban yang berarti. Justru ini akan menjadi legacy penting perusahaan bagi masyarakat Sumbawa Barat,” pungkasnya.
Ia berharap, ke depan PT Amman Nusa Tenggara dapat lebih membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan RSUD Assy-Syifa, demi terciptanya pelayanan kesehatan yang berkualitas, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lokal.

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *