Fahruddin Rob Minta PT. AMMAN: Smelter Harus Capai 100 Persen, Stop Kirim Konsentrat ke Luar Negeri

oleh -612 Dilihat

Sumbawa Barat. Samaware.com (21/2/2026)

Anggota Komisi IV (DPRD NTB), Fahruddin Rob, melontarkan pernyataan tegas kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMMAN) agar segera memaksimalkan produksi smelter hingga mencapai 100 persen kapasitas desain. Agar tidak ada lagi pengiriman konsentrat tembaga ke luar negeri

Fahruddin Rob yang dikenal sebagai legislator dengan respons cepat terhadap berbagai isu strategis daerah menyatakan bahwa keberadaan smelter di Nusa Tenggara Barat harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi daerah. Menurutnya, peningkatan produksi hingga kapasitas penuh merupakan komitmen yang tidak bisa ditawar.

“Smelter harus segera ditingkatkan produksinya sampai 100 persen. Tidak boleh ada lagi alasan untuk mengirim konsentrat ke luar negeri. Saya akan terus memantau perkembangan smelter ini,” tegas Rob.

Ia juga berharap PT AMMAN tidak lagi mengajukan izin pengiriman konsentrat dengan berbagai alasan teknis. Rob mengingatkan agar perusahaan benar-benar serius memaksimalkan operasional smelter yang telah dibangun dengan investasi besar tersebut.

“Saya berharap PT AMMAN sudah tidak ada lagi meminta izin pengiriman konsentrat. Harus serius memaksimalkan smelter,” ujarnya dengan nada tegas.

Data produksi pada paruh pertama 2025 menunjukkan bahwa smelter tembaga AMMAN baru memproduksi 19.805 ton katoda tembaga. Produksi tersebut memang menunjukkan peningkatan signifikan dari 635 ton pada kuartal pertama menjadi 19.170 ton pada kuartal kedua. Namun, angka tersebut masih jauh dari kapasitas desain yang telah ditetapkan,Sesuai data waktu PT. AMMAN mengajukan izin Ekspor.

Sebagaimana diketahui, kapasitas desain smelter AMMAN mencapai 900.000 ton konsentrat tembaga per tahun. Dari jumlah tersebut, diharapkan mampu menghasilkan sekitar 222.000 ton katoda tembaga per tahun, 830.000 ton asam sulfat, 579 ribu ons emas batangan, 1,8 juta ons perak batangan, serta 77 ton selenium.
“Angka-angka ini harus cepat tercapai, Smelter ini dibangun dengan harapan besar untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, khususnya di NTB,” ungkap Rob, sapaan akrabnya.

Ia juga menyoroti berbagai kendala teknis yang sempat menjadi alasan rendahnya produksi pada tahun sebelumnya. Menurutnya, persoalan teknis tersebut seharusnya sudah bisa diatasi dan tidak lagi dijadikan dalih untuk memperlambat optimalisasi smelter.

“Masalah teknis yang menjadi kendala tahun kemarin harus sudah selesai. Tidak boleh lagi menjadi alasan. Kita ingin melihat keseriusan dan komitmen nyata,” tegasnya.

Lebih jauh, Rob meminta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk menyiapkan langkah strategis dalam pengembangan industri turunan dari hasil produksi smelter. Menurutnya, keberadaan smelter harus menjadi pintu masuk lahirnya industri hilir yang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus membuka lapangan kerja secara masif.

“Kita tidak boleh berhenti hanya pada produksi katoda tembaga. Pemerintah harus menyiapkan industri turunan dari smelter ini agar benar-benar maksimal kontribusinya terhadap PAD dan serapan tenaga kerja,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa NTB tidak boleh hanya menjadi lokasi eksploitasi sumber daya alam semata, tetapi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis hilirisasi industri tambang. Dengan optimalisasi smelter dan pengembangan industri turunan, ia optimistis dampak ekonomi yang dihasilkan akan jauh lebih besar dan berkelanjutan.

Komisi IV DPRD NTB, lanjut Rob, akan terus melakukan fungsi pengawasan secara ketat terhadap operasional smelter AMMAN. Ia memastikan bahwa kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat NTB akan menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan terkait pertambangan dan hilirisasi industri di wilayah tersebut

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *