Besok, Ground Breaking Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi di Sumbawa, Dihadiri Mentan dan Direktur Danantara Secara Online

oleh -217 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5 Februari 2026) — Setelah sempat tertunda, pelaksanaan ground breaking Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi di Kabupaten Sumbawa akhirnya dipastikan berlangsung pada Jumat (6/2/2026) besok.

Kepastian ini ditandai dengan surat undangan resmi yang diterbitkan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, kepada jajaran pemerintah daerah dan pihak terkait.

Dalam undangan tersebut dijelaskan bahwa kegiatan ground breaking Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi ini akan dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian bersama Direktur Danantara secara daring (online) pada pukul 16.00 Wita. Lokasi pelaksanaan dipusatkan di Jalan Lintas Sumbawa–Bima Kilometer 11, UPT BPTHMT Serading, Desa Moyo Hilir, Kecamatan Serading, Kabupaten Sumbawa.

Program ini merupakan bagian dari upaya mendorong hilirisasi sektor peternakan, khususnya komoditas ayam, yang terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir. Kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi, memperkuat rantai pasok peternakan, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat Sumbawa.

Terkait hal tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP kepada samawarea malam ini menyampaikan bahwa kehadiran program hilirisasi industri ayam terintegrasi ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sumbawa dalam mendorong pengembangan sektor peternakan berbasis industri.

Menurutnya, selama ini potensi peternakan di Sumbawa sangat besar, namun belum sepenuhnya dioptimalkan melalui sistem hilirisasi yang mampu meningkatkan nilai tambah produk.

“Program ini bukan hanya soal produksi ayam, tetapi bagaimana membangun ekosistem industri peternakan yang terintegrasi, mulai dari pembibitan, pakan, budidaya, pengolahan hingga pemasaran. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Bupati berharap, dengan dimulainya program ini, Sumbawa dapat menjadi salah satu daerah percontohan hilirisasi industri peternakan di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung ternak nasional.

Untuk diketahui, Provinsi NTB, diplot sebagai lokasi proyek ini dengan mengembangkan sebanyak 16 unit dengan total nilai investasi mencapai Rp 1,37 triliun. Dari jumlah tersebut, empat unit di antaranya berada di Kabupaten Sumbawa yang dinilai sebagai salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam pengembangan industri unggas terintegrasi di NTB. (SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *