SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Januari 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen dalam memperkuat pembangunan infrastruktur dasar meski dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Hal tersebut disampaikan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, dalam pidato puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Sumbawa, Kamis (22/1).
Di bidang infrastruktur jalan, Bupati mengungkapkan bahwa Indeks Jalan Mantap Kabupaten Sumbawa menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024 indeks tersebut berada di angka 48,41 persen, meningkat menjadi 50,12 persen pada tahun 2025 atau naik sebesar 1,71 persen.
“Kenaikan ini mungkin belum melonjak besar, tetapi menunjukkan arah yang konsisten dan terukur. Inilah bukti bahwa pembangunan kita terus bergerak,” tegasnya.
Bupati yang akrab disapa Haji Jarot menyampaikan bahwa saat ini merupakan fase penting dari perjuangan panjang Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk membuka keterisolasian wilayah selatan. Melalui rangkaian advokasi dan lobi intensif hingga ke tingkat kementerian dan pusat pengambil kebijakan nasional, Kabupaten Sumbawa akhirnya berhasil memperoleh Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
“Alhamdulillah, Kabupaten Sumbawa menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mendapatkan alokasi program IJD,” ungkapnya.
Salah satu wujud nyata program tersebut adalah dimulainya pembangunan ruas jalan Batudulang–Tepal. Ruas sepanjang 27 kilometer ini sebelumnya telah ditangani sepanjang 20,5 kilometer, dan pada tahap lanjutan dikerjakan sepanjang 8,1 kilometer dengan nilai kontrak mencapai Rp 91,7 miliar dan masa pelaksanaan hingga November 2026.
Lebih jauh dijelaskan, pembangunan ruas Batudulang–Tepal merupakan bagian dari sistem konektivitas wilayah selatan Kabupaten Sumbawa dengan total bentangan sekitar 93 kilometer. Jaringan ini dirancang tembus dari Batudulang hingga Lenangguar, dilanjutkan ke ruas Lenangguar–Teladan, Teladan–Orong Telu, hingga Baturotok di Kecamatan Batulanteh.
“Keseluruhan jaringan ini dibangun melalui skema multiyears dengan proyeksi total anggaran nasional mencapai sekitar Rp 385 miliar,” jelas Bupati.
Selain infrastruktur jalan, pada tahun 2026 Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum juga akan melaksanakan pekerjaan air minum senilai Rp 32 miliar. Program tersebut meliputi optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pungka serta pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah SPAM Beringin Sila dan Marente.
“Ini untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih,” ujarnya.
Di sisi lain, Bupati Jarot menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong Bendungan Kerekeh agar dapat ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), mengingat perannya yang sangat penting bagi ketahanan air dan sektor pertanian.
Tak hanya itu, pembangunan lanjutan Rumah Sakit Daerah juga tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Sumbawa.
“Semua ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk mewujudkan Sumbawa yang maju, terhubung, dan berdaya saing,” ujarnya. (SR)






