Siap Terlibat dalam Program MBG dan KDKMP, Dekopinda Sumbawa Kumpulkan 200 Koperasi di Rakerda 2025

oleh -654 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (10 Desember 2025) —  Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Sumbawa menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Selasa, 9 Desember 2025, di Aula SMKN 1 Sumbawa.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 gerakan koperasi dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa ini dalam upaya memperkuat peran koperasi di daerah dan menyesuaikannya dengan Program Strategis Nasional 2024–2029 (Asta Cita),

Rakerda ini digelar sebagai tindak lanjut amanat Pasal 57 UU No. 25 Tahun 2025 terkait fungsi sosialisasi dan fasilitasi gerakan koperasi di tingkat daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Ekonomi Pemkab Sumbawa Riki Trisnadi mewakili Bupati Sumbawa, Kepala Dinas Koperindag dan UKM Sumbawa ES. Adi Nusantara, Ketua Dekopinda Sumbawa Rai Saputra, S.IP, Ketua Dekopinwil NTB Dr. Mahmud Razak, serta para ketua Dekopinda se-Provinsi NTB.

Ketua Dekopinda Sumbawa, Rai Saputra, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema Rakerda tahun ini adalah “Peran Koperasi dalam Program Strategis Nasional 2024–2029 Asta Cita.” Ia menekankan pentingnya kesiapan koperasi dalam menyambut berbagai peluang yang terbuka melalui kebijakan nasional tersebut.

“Terdapat tiga poin Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang mengajak pelibatan koperasi, yakni swasembada pangan, kemandirian ekonomi, dan pembangunan berbasis desa. Turunan dari tiga program itu meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP),” jelas Rai.

Ia menambahkan bahwa koperasi di Sumbawa harus mampu menjadi penyuplai bahan baku MBG, sehingga manfaat program dapat dirasakan langsung oleh pelaku ekonomi lokal.

Sementara Kepala Dinas Koperindag dan UKM Sumbawa, Adi Nusantara, dalam paparannya menekankan perlunya peningkatan tata kelola koperasi, termasuk kedisiplinan manajemen dan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara konsisten.

Menurutnya, tanpa tata kelola yang baik, koperasi akan sulit mengambil peran dalam program strategis nasional yang menawarkan banyak peluang pertumbuhan.

Ketua Dekopinwil NTB, Dr. Mahmud Razak, memberikan pemaparan teknis tentang pelaksanaan program turunan Asta Cita. Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk MBG dan KDKMP.

“Penyiapan bahan baku dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh KDKMP akan menjadi urgensi besar ketika MBG berjalan penuh di seluruh wilayah. Karena itu, kolaborasi pemerintah, koperasi, dan Dekopinda harus semakin solid,” tegasnya

Di tempat yang sama, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Riki Trisnadi, menegaskan bahwa koperasi harus kembali pada ruhnya sesuai regulasi, yakni mengutamakan kesejahteraan anggota.

“Tata kelola yang profesional sangat penting agar keadilan ekonomi tercapai. Dengan begitu, anggaran program strategis nasional bisa dimanfaatkan secara merata oleh masyarakat,” ujar Riki mewakili Bupati Sumbawa

Setelah sesi sambutan, Rakerda dilanjutkan dengan pemaparan Dewan Pakar Dekopinda Sumbawa Ir. Iskandar M. Ec. Dev atau yang akrab disapa H. Ande. Ia menekankan pentingnya perencanaan bisnis koperasi yang komprehensif dan selaras dengan arah pembangunan nasional.

“Geliat putaran barang, jasa, dan modal harus diperhatikan agar konektivitas dengan program nasional berjalan terarah,” ujarnya.

Pada sesi terakhir, Rakerda dibagi ke dalam forum group discussion (FGD) dengan empat fokus pembahasan: tata kelola, rancangan bisnis, advokasi, dan keuangan.

Tidak kurang dari setengah jam diskusi, sejumlah rekomendasi penting muncul, antara lain, Penguatan SDM koperasi,F asilitasi akses permodalan, Kepastian hukum dan regulasi koperasi, dan Standarisasi manajemen keuangan untuk mempermudah RAT. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *