Mesin Mati di Laut Lepas, Kapal Nelayan Jember Terbawa Arus Hingga Pantai Semara Labangka

oleh -530 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5 Desember 2025) – Sebuah kapal nelayan asal Jember, Jawa Timur, dilaporkan karam di perairan selatan Sumbawa, Kamis (4/12/2025). Kapal dengan nama Gita 21 – Rumpung Sukoci berukuran GT 17 itu terdampar di wilayah Teluk Boro’, Pantai Semara, Desa Suka Mulya, Kecamatan Labangka. Beruntung, seluruh empat awak kapal berhasil selamat dan tidak ditemukan korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K, melalui Kapolsek Labangka Ipda Imam Wahyudi, S.H., M.Si, membenarkan peristiwa tersebut. Informasi pertama diterima dari warga sekitar pukul 08.00 WITA. Kapal yang dipimpin Kapten Supriadi bersama tiga anak buah kapal itu diketahui berangkat dari Jember pada 22 November 2025 dengan misi mengangkut bahan sembako.

Menurut Kapolsek, insiden berawal ketika mesin kapal mengalami mati total (blackout) saat berada di perairan Samudra Hindia. “Kapal kemudian terbawa arus selama beberapa hari hingga akhirnya terdampar dan karam di pesisir Labangka pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WITA,” jelasnya.

Setelah kapal kandas, para awak kapal berupaya menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian pantai. Menindaklanjuti laporan warga, personel Polsek Labangka segera berkoordinasi dengan Tim SAR Pos Sumbawa dan Tenaga Kesehatan Puskesmas Labangka untuk memberikan penanganan.

Hasil pemeriksaan tenaga medis menunjukkan tiga awak kapal dalam kondisi sehat, sementara satu ABK mengalami tensi tinggi dan trauma. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 310 juta, mencakup kerusakan kapal yang mengalami kebocoran lambung, mesin rusak, serta muatan sembako yang hilang.

Saat ini, seluruh awak kapal masih ditempatkan di Kampung Nelayan Pantai Semara sambil menunggu penjemputan dari juragan pemilik kapal dan pihak keluarga di Jember. Kapolsek Labangka menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk penanganan lanjutan terhadap bangkai kapal yang terdampar.

Ia juga mengimbau para nelayan agar mewaspadai cuaca ekstrem serta potensi kecelakaan laut di pesisir selatan Labangka, mengingat wilayah tersebut dikenal memiliki karakteristik gelombang tinggi dan arus kuat. (SR)

kampungbet

kampungbet

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *