Bupati Sumbawa Luncurkan 7 Inovasi Persampahan di Festival Adipura 2025

oleh -314 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Desember 2025) — Festival Adipura yang digelar di halaman Kantor Bupati Sumbawa menjadi momentum penting dalam penguatan gerakan lingkungan hidup dan pengelolaan sampah di Kabupaten Sumbawa. Acara dengan dukungan PT SJR dan KPP Mining ini dihadiri Bupati Sumbawa, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, para kepala OPD, serta berbagai komunitas dan relawan lingkungan.

Dalam festival ini, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, secara resmi meluncurkan sejumlah inovasi persampahan yang dinilai sebagai langkah strategis menuju tata kelola lingkungan yang lebih modern, terukur, dan berkelanjutan.

Ketua Lingkara, Devira, dalam sambutannya mengapresiasi langkah pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, anak muda Sumbawa memiliki kreativitas tinggi, namun membutuhkan wadah nyata untuk mengeksekusi ide-ide lingkungan.

“Anak muda kita tidak kekurangan kreativitas. Yang kurang adalah wadah untuk menuangkan ide agar berdampak nyata. Lingkara hadir untuk ruang itu, bersama para green influencer yang terus menggerakkan kesadaran publik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati H. Jarot menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat agenda nasional pengurangan sampah sebesar 30 persen dan pengolahan 70 persen sisa sampah. Ia menyebut generasi muda sebagai motor perubahan yang harus terus dilibatkan.

“Kita memiliki program Sumbawa Bersih, Hijau, dan Lestari. Dukungan anak muda mempercepat langkah kita mewujudkan program tersebut,” tegasnya.

Momen simbolis terjadi saat Bupati memasangkan rompi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kasat Pol PP sebagai tanda dimulainya tugas Satgas Penegakan Hukum Persampahan, sebuah perangkat baru untuk memperkuat disiplin regulasi sampah di masyarakat.

Adapun program yang dicanangkan meliputi Satgas Penegakan Hukum Persampahan. BUSER (Buis Komposter), pengolahan sampah organik berbasis rumah tangga dan komunitas. Program 100 Bank Sampah, penggerak ekonomi sirkular hingga desa dan kecamatan. Gerakan Pisah, Olah, dan Manfaatkan Sampah, edukasi budaya zero waste, Pengiriman Perdana Produk Sampah BSI Pemuda Berbagi, mengubah sampah menjadi nilai ekonomi. Program Sedekah Sampah di 10 Sekolah yang didukung PT SJR dan KPP Mining untuk pendidikan lingkungan. Kemudian, Gerakan PAK SOMAT (Pisah, Olah, Manfaatkan Sampah) upaya perubahan perilaku pemilahan sampah dari rumah

Bupati mengajak seluruh elemen untuk bergerak beesama. “Pengelolaan sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Komunitas, sekolah, dunia usaha, dan masyarakat harus bergerak. Inilah pondasi penting untuk masa depan Sumbawa yang lebih bersih, hijau, dan lestari,” katanya.

Festival Adipura 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan titik temu para pemangku kepentingan lingkungan, termasuk pemerintah, komunitas pemuda, sekolah, dan pelaku usaha. Dengan tujuh terobosan persampahan yang diluncurkan, Kabupaten Sumbawa menunjukkan keseriusan dalam mengelola lingkungan secara modern berbasis kolaborasi dan partisipasi publik. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *