SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7 Juli 2025) – Harapan masyarakat di wilayah selatan Sumbawa utuk menikmati infrastruktur jalan yang representatif, bakal terwujud dalam waktu dekat. Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Jarot—Ansori terus menggenjot percepatan pembangunan, terutama di ruas-ruas strategis yang menghubungkan Desa Batu Dulang–Tepal, Tepal–Batu Rotok, serta ruas Lenangguar–Teladan. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi percepatan penanganan jalan yang digelar di Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa, Senin (7/7).
Rapat tersebut dibuka Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP dan dipimpin Asisten II Sekda Sumbawa, Lalu Suharmaji ST MT, didampingi Kabag Pembangunan, Yudhi Patria Negara ST. Hadir Kepala OPD terkait, Kepala Satker PJN Wilayah II Provinsi NTB, kepala desa serta camat dari beberapa kecamatan wilayah selatan di antaranya Kecamatan Batulanteh, dan Kecamatan Lenangguar.
“Pertemuan ini kita lakukan sebagai tindak lanjut dari progres pembangunan jalan di wilayah selatan. Ini menjadi prioritas, karena menyangkut aksesibilitas masyarakat dan potensi pengembangan wilayah ke depan,” ungkap Lalu Suharmaji yang ditemui usai rapat di ruang kerjanya.
Untuk ruas Batu Dulang–Tepal yang memiliki panjang 24,7 km, ungkap Suharmaji, saat ini sudah tertangani sepanjang 18,8 km. Sisanya, sepanjang 5,9 km akan dikerjakan tahun ini. Salah satu fokus utamanya adalah relokasi jalur di Brangtreng yang telah ditangani oleh Dinas PUPR, dengan pengerjaan fisiknya dilanjutkan Balai Jalan. “Untuk lebar jalan, kita sudah ajukan 30 meter dengan panjang penanganan relokasi 600 meter,” jelasnya.
Sementara itu, untuk ruas Tepal–Batu Rotok sepanjang 11 km, akan dilakukan pembangunan enam jembatan besar tahun ini, salah satunya di kawasan Brang Sabana. Untuk ruas Lenangguar–Teladan, yang sebelumnya ditangani 6,4 km pada 2022, kini akan dilanjutkan sepanjang 7,6 km sehingga total 9 km jalan akan tersambung dengan baik.
Pekerjaan ini mendapat dorongan kuat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Penanganan Jalan Daerah. “Inpres ini memberikan harapan besar. Penentuan anggaran sedang dihitung oleh Balai Jalan, dan pada Agustus 2025 nanti akan ditentukan nilai pastinya,” kata Suharmaji.
Dari estimasi awal, kebutuhan anggaran untuk ruas Batu Dulang–Tepal sekitar Rp 35 miliar, sedangkan untuk Tepal–Batu Rotok mencapai lebih dari Rp 200 miliar, mengingat medan berat dan keberadaan enam jembatan. Ruas Lenangguar–Teladan diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 12–15 miliar. Pemkab juga lanjutnya, tengah mengusulkan agar proyek ini dilaksanakan secara multi-years contract (MYC), mengingat skala dan tantangan teknisnya.
Namun demikian untuk realisasinya jalan ini, Suharmaji mengaku ada salah satu kendala yaitu pembebasan lahan. Pemerintah daerah mengakui tidak adanya anggaran khusus untuk ganti rugi lahan. Karena itu, Camat dan Kades diminta untuk membantu mengajak masyarakat merelakan tanah yang terdampak demi kepentingan bersama.
“Seperti yang sudah dilakukan masyarakat di Batu Dulang pada 2022 lalu yang menghibahkan lahannya untuk pembangunan jalan. Kita harapkan semangat gotong royong dan kesadaran masyarakat tetap tinggi. Jalan ini akan meningkatkan akses ekonomi, nilai tanah, bahkan membuka potensi wisata ke depan,” ujar Suharmaji. (SR)






