SUMBAWA BESAR, samawarea.com (10 Juni 2025) – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 dan RKPD Tahun 2026 yang dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., di Aula Hotel La Grande, Sumbawa, menjadi momen penting bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk menyerahkan secara simbolis manfaat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada ahli waris peserta yang telah meninggal dunia.
Manfaat yang diserahkan ini meliputi Rp 222.500.000 kepada ahli waris Almarhumah Haerani, pekerja rentan di lingkup Pemda Sumbawa yang meninggal akibat kecelakaan kerja. Kemudian Rp 42.000.000 kepada ahli waris Almarhum Massiara, anggota BPD Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat.
Selain itu, Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, menerima penghargaan sebagai desa dengan tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tertinggi di Kabupaten Sumbawa. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya aktif pemerintah desa dalam memberikan perlindungan jaminan sosial bagi warganya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sumbawa, Ni Luh Putu Martini, menyampaikan bahwa pemberian manfaat ini merupakan bukti nyata hadirnya negara dalam melindungi para pekerja, khususnya kelompok pekerja rentan. “Kami terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah agar semakin banyak pekerja, baik formal maupun informal, mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.
Musrenbang ini lanjutnya, menjadi tonggak penting dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Sumbawa ke depan, yang tidak hanya menekankan aspek pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga perlindungan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Untuk diketahui Musrenbang RPJMD 2025–2029 dan RKPD Tahun 2026 dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, Forkopimda, para Asisten, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Musrembang ini mempertegas sinergi lintas sektor dalam mewujudkan masa depan Kabupaten Sumbawa yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Bupati Haji Jarot menegaskan bahwa penyusunan RPJMD dan RKPD bukan hanya sekadar penyusunan dokumen administratif, tetapi merupakan panduan pembangunan jangka menengah yang komprehensif dan visioner.
Visi pembangunan Sumbawa dituangkan dalam lima misi utama. Yaitu pertama, unggul dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kedua, unggul di bidang sumber daya manusia dan sosial budaya. Ketiga, pemerintahan dan birokrasi yang akuntabel dan responsive. Keempat, perekonomian yang maju dan berdaya saing. Dan kelima, terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan. “Keberhasilan visi ini memerlukan kolaborasi dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan. Kita tidak bisa bekerja sendiri,” tegas Bupati. (SR)






