SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21 Juni 2025) — Warga Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pria di lahan penggembalaan sapi kawasan Olat Panebis, Kecamatan Lape, Jumat (20/6/2025) sore. Korban diketahui berinisial M (70), seorang petani asal Dusun Ai Mual.
Kapolres Sumbawa, AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, S.H., S.I.K., M.A.P., melalui Kapolsek Lape Iptu Sumarlin, S.H., membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses evakuasi berawal dari laporan warga yang menemukan korban sudah tidak bernyawa di lokasi peternakan sapi miliknya.
“Informasi awal berasal dari salah satu warga yang sedang berburu burung dan secara tidak sengaja menemukan korban dalam kondisi tergeletak. Ia kemudian melaporkan temuan tersebut ke warga lainnya dan diteruskan ke pihak kepolisian,” ujar Kapolsek.
Warga berinisial J, mengaku menemukan korban sekitar pukul 15.45 Wita saat berburu burung menggunakan senapan angin. Terkaget melihat jasad manusia, ia segera melaporkan ke warga dan pemerintah desa setempat.
Mendapat laporan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Labuhan Kuris segera berkoordinasi dengan anggota piket Polsek Lape. Petugas bersama tim medis dari Puskesmas Lape, Kepala Desa, dan warga setempat langsung menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi pukul 16.00 Wita, kami langsung melakukan pemeriksaan awal dan identifikasi korban. Dari hasil pemeriksaan luar, diperkirakan korban telah meninggal dunia selama dua hari. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kulit korban yang terlihat mengelupas diduga kuat akibat paparan sinar matahari yang intens di lokasi terbuka tersebut.
Usai olah TKP, polisi mengevakuasi korban ke pemukiman warga. Diketahui, korban setiap hari menggembalakan tiga ekor sapi di area tersebut. Diduga, korban terjatuh dan kehilangan kesadaran sebelum akhirnya meninggal dunia di lokasi.
Atas persetujuan pihak keluarga, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, jenazah korban langsung dimakamkan pada hari itu juga. Keputusan ini diambil mengingat kondisi jenazah dan kesulitan komunikasi karena wilayah tersebut tidak terjangkau sinyal.
Hingga saat ini, Polsek Lape masih terus mendalami kejadian tersebut meski kuat dugaan korban meninggal karena faktor alamiah. (SR)






