Gubernur Terkesan Tidak Serius, NTB Bakal Batal Jadi Tuan Rumah PON 2028

oleh -2024 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 Mei 2025) – Komitmen Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, dalam menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2028 mulai dipertanyakan. Pasalnya, hingga kini belum ada tanda-tanda keseriusan dari orang nomor satu di NTB itu dalam menunjukkan antusiasmenya menyambut pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut.

Salah satu indikator yang menimbulkan keraguan terkait beredarnya rumor belum ditandatanganinya Rencana Induk Olahraga (Renduk) oleh Gubernur. Dokumen ini sangat vital karena menjadi salah satu syarat yang diminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai bukti kesiapan NTB menjadi tuan rumah bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tanpa Renduk, pelaksanaan PON 2028 di NTB terancam terganggu karena dokumen tersebut mencakup rencana pembangunan dan pengembangan infrastruktur, anggaran, serta kesiapan teknis lainnya. Kondisi ini menimbulkan spekulasi bahwa Gubernur Lalu Iqbal tidak sepenuhnya mendukung pelaksanaan PON di wilayahnya.

Bahkan muncul rumor bahwa Gubernur NTB sedang mempertimbangkan opsi mengalihkan tuan rumah ke daerah lain. Rumor tersebut diakui Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH, saat ditemui usai Rakerkab KONI di Olive Café, Rabu (1/5/2025).

“Rumor itu memang berkembang. Misalnya ketidaksiapan dari pihak provinsi. Gubernur seolah tidak menunjukkan greget menyambut PON ini. Apapun rumor Ini harus disikapi secara serius agar tidak menjadi bola liar,” ungkap Rafiq.

Ia menegaskan bahwa kesiapan Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu tuan rumah tiga cabang olahraga (Panahan, Bela Diri, dan Grasstrack) sudah sangat baik. Bahkan pembangunan venue seperti sirkuit grasstrack yang akan digunakan juga telah disiapkan.

“Kalau memang ada kekhawatiran soal biaya, kita bisa cari skema lain, seperti konsorsium atau menggandeng pihak ketiga. Tapi semua itu harus dibicarakan secara terbuka,” jelasnya.

Rafiq pun berharap Gubernur segera mengambil inisiatif untuk menggelar pertemuan bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bupati/Walikota serta Ketua KONI kabupaten/kota se-NTB.

“Jangan cederai perjuangan banyak orang yang sudah berupaya agar NTB bisa menjadi tuan rumah. Kami ingin ada pernyataan resmi dari Gubernur, bahwa NTB siap menjadi tuan rumah PON 2028. Jika memang tidak, maka katakan dengan tegas. Tapi jangan dibiarkan menggantung seperti ini,” tegasnya.

Dengan waktu persiapan tinggal tiga tahun, keterlambatan dalam pengambilan keputusan bisa berdampak serius. Ia mengingatkan bahwa PON bukan hanya soal olahraga, tetapi juga membawa dampak ekonomi dan sosial yang besar bagi daerah. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *