Pekerjaan Pembangunan Cagar Budaya Karapan Kerbau di Sumbawa Barat Gagal Tepat Waktu, CV. AL. AHZA Terkena Denda

oleh -602 Dilihat

 

Sumbawa Barat, Samawarea. Com, 30 Januari 2025.
Proyek pembangunan Cagar Budaya Karapan Kerbau di Sumbawa Barat yang dikerjakan oleh CV. AL. AHZA dengan anggaran lebih dari 4,2 milyar rupiah mengalami keterlambatan. Pekerjaan yang semula dijadwalkan selesai pada 31 Desember 2024, masih belum tuntas hingga akhir Januari 2025. Proyek ini dilaksanakan sejak 23 Oktober 2024 dan direncanakan berlangsung selama 70 hari kalender.

Pantauan media ini pada Kamis pagi, 30 Januari 2025, menunjukkan bahwa meskipun bangunan untuk Cagar Budaya Karapan Kerbau sudah berdiri, pemasangan atap masih belum selesai, menandakan bahwa pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Hal ini tentu menjadi perhatian serius mengingat pentingnya proyek ini sebagai bagian dari pelestarian budaya dan potensi wisata Sumbawa Barat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumbawa Barat, Sahril, melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Ibu Laila, ST, saat dikonfirmasi oleh media ini menjelaskan bahwa proyek ini mengalami adendum dan dianggap terhambat karena beberapa faktor, termasuk kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan. Menurutnya, cuaca yang tidak mendukung serta kekurangan tenaga kerja menjadi alasan utama mengapa pekerjaan tidak selesai tepat waktu.

Pekerjaan yang dijadwalkan selesai pada akhir Desember 2024 saat ini baru mencapai 85,27% progres. Untuk itu, kontraktor CV. AL. AHZA telah dikenakan denda sesuai ketentuan kontrak. Mulai tanggal 1 Januari 2025, denda sebesar 0,001% per hari dari total nilai kontrak sebesar 4,2 milyar rupiah, yang dihitung sebesar 4,2 juta rupiah per hari, telah berlaku. Dengan keterlambatan yang sudah mencapai 31 hari hingga hari ini, denda yang harus dibayar oleh kontraktor mencapai lebih dari 130 juta rupiah, dan jumlah ini terus bertambah seiring berlanjutnya keterlambatan.

Pihak terkait mengharapkan bahwa proyek ini segera diselesaikan agar dapat mendukung pelestarian budaya serta menjadi daya tarik wisata yang bermanfaat bagi Sumbawa Barat. Pemerintah daerah juga terus memantau progres pekerjaan untuk memastikan penyelesaian tepat waktu.

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *