Sumbawa Barat,Samawarea.com ( 26/9/2024)Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa, Drs. Tajuddin, mengingatkan para kepala desa agar tidak terlibat dalam politik praktis yang dapat memecah belah masyarakat, khususnya menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan datang. Menurutnya, kepala desa harus mampu menjaga keharmonisan dan persatuan di dalam masyarakat, menghindari pemaksaan kepentingan pribadi yang bisa merusak kerukunan antar warganya.
“Jangan sampai kita sebagai kepala desa, yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, justru terlibat dalam politik yang dapat mengkotak-kotakkan warga. Pilkada memang momen yang sangat dinamis, tetapi kepala desa harus tetap bersikap netral dan menjaga kedamaian di desa,” ujar Drs. Tajuddin saat dikonfirmasi oleh media di ruangannya belum lama ini.
Lebih lanjut, Drs. Tajuddin menegaskan bahwa kepala desa memiliki peran penting dalam memelihara kebersamaan dan persatuan warganya. Sebagai pemimpin di tingkat desa, mereka diharapkan dapat menjadi pengayom yang mampu mengatasi perpecahan, bukan justru memperburuk keadaan. “Seiring berjalannya waktu, tantangan yang dihadapi oleh kepala desa adalah bagaimana memelihara kebersamaan antar warganya. Semangat untuk membangun desa harus lebih besar daripada kepentingan politik sesaat,” tambahnya.
Kepala Dinas juga mengingatkan bahwa kepala desa wajib mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya, dengan berfokus pada pembangunan desa dan kesejahteraan rakyat. “Sebagai kepala desa, tugas utama adalah membangun dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, jalani jabatan ini dengan sepenuh hati, jangan terjebak dalam politik praktis yang hanya akan merugikan banyak pihak,” tegas Tajuddin.
Pesan ini menjadi semakin relevan mengingat pemilihan kepala daerah sering kali memicu polarisasi dalam masyarakat, yang bisa berdampak negatif pada stabilitas sosial. Drs. Tajuddin mengajak kepala desa untuk menahan diri agar tidak terlibat dalam politik praktis yang dapat mengganggu kinerja pemerintahan desa dan mengarah pada perpecahan.
“Saya berharap para kepala desa dapat lebih fokus pada tugas mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semua pihak harus mengedepankan persatuan dan kebersamaan, karena kita semua punya tanggung jawab yang besar dalam membangun desa ini menjadi lebih baik,” pungkasnya.






