Berbagi Pengalaman Kelola Museum, Kabid Kebudayaan Dikbud Sumbawa Hadiri “Museum Forward”

oleh -1094 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (25 September 2024) – Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Fithriati Yatik, .S.P, M.T bersama Subhan Azharullah–Staf Bidang Kebudayaan sekaligus Juru Pandu Istana Dalam Loka, menjadi utusan daerah untuk menghadiri kegiatan “Museum Forward”.

Kegiatan yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 24-26 September 2024 ini diselenggarakan oleh EUNIC (European Union National Instutes for Culture) Indonesia bekerajsama dengan INTERCOM (the Internasionaln Commotebof International Council of Museum for Museum Management).

Acara ini menjadi ajang bagi para penggiat dan pemerhati kebudayaan dari seluruh dunia untuk berkumpul dan berbagi pengalaman tentang pengelolaan museum serta pelestarian warisan budaya.

Pembukaan Museum Forward dibuka oleh Dr. Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Dr. Hilmar menekankan pentingnya peran museum dalam menjaga ingatan kolektif dan warisan budaya yang mendefinisikan identitas sebuah bangsa.

Selama tiga hari , peserta dari berbagai negara akan mendapatkan pencerahan dan sharing ilmu dalam pengelolaan dan inovasi dalam memperkenalkan keanekaragaman budaya yang terjaga di dalam museum-museum di seantero dunia oleh para Panelis, baik dari pemerintah, praktisi, seniman, akademisi maupun peneliti.

Tak hanya museum dalam negeri, pameran ini juga melibatkan berbagai museum internasional, termasuk Museum Louvre Abu Dhabi.

Acara Museum Forward diharapkan dapat terus menjadi ajang bagi para pengelola museum dan para pecinta budaya dari berbagai belahan dunia untuk mempererat hubungan, berbagi ide, serta menambah wawasan dalam mengembangkan perspektif baru dalam pelestarian budaya di era globalisasi ini dan berkolarasi dengan banyak pihak diseluruh dunia.

Kabid Kebudayaan Dikbud Sumbawa yang akrab disapa Bu Yati yang dimintai tanggapannya, menilai kegiatan tersebut sangat bagus. Sebab akan menambah pengalaman dan ilmu dari best practise atau contoh contoh yang baik, tidak hanya dalam pengelolaan sebuah museum atau cagar budaya tapi bagaimana agar Museum atau Cagar Budaya tersebut memberikan nilai tambah bagi masyarakat pemilik.

Selain itu acara ini mengubah sudut pandang terhadap museum atau cagar budaya lebih menarik dan bernilai tambah. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *