SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 April 2023)–Selama sepekan dalam Bulan Ramadhan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa meningkatkan pengawasan terhadap bahan asal ternak, baik daging sapi maupun ayam di pasaran.
Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan kualitas daging mulai dari pemotongan, penjualan, hingga diterima oleh masyarakat selaku konsumen.
“Kami ingin memastikan daging yang beredar itu kualitasnya bagus, yaitu aman, sehat dan utuh (ASUH),” kata Kepala Disnakeswan Sumbawa, H. Junaidi, Jumat (31/3/2023).
Jika dalam pengawasan ditemukan ada daging yang sudah tidak normal, busuk dan lainnya, lanjut Haji Junaidi, pihaknya meminta untuk tidak dijual. Namun dalam pengawasan yang dilakukan Disnakeswan Sumbawa selama sepekan pertama ramadhan ini, semuanya masih normal baik dari segi kualitas, maupun harga.
Ia mengakui, kebutuhan daging sapi masih dapat dipenuhi oleh produksi dalam daerah, mengingat Kabupaten Sumbawa merupakan daerah peternakan. Sementara kebutuhan daging ayam, masih mendapatkan pasokan dari luar daerah.
“Untuk daging ayam, belum banyak peternak-peternak lokal kita yang panen. Jadi kita memberi ruang masuk daging ayam segar dari luar daerah dengan SOP yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (SR)






