Dikeroyok, Seorang Petani Dipukul Pakai Kayu Hingga Jatuh di Parit

oleh -757 Dilihat

SUMBAWA BESAR (2 Juni 2022)–Irawan nyaris meregang nyawa akibat menjadi korban pengeroyokan, Rabu (1/6) sekitar pukul 10.35 Wita. Warga Dusun Santri Desa Maronge Kecamatan Maronge ini dihajar menggunakan kayu oleh dua orang terduga berinisial AB dan IY—warga Labuhan Sangoro.

Peristiwa yang terjadi di ladang milik korban wilayah Maja Labuhan Sangoro, yang kebetulan berdampingan dengan ladang milik terduga, menyebabkan korban terluka.

Kepada samawarea.com, korban menuturkan, sebelum kejadian dia sedang beristirahat di depan rumah ladangnya. Tak lama muncul tetangganya ladang bernama Lan yang terlihat seperti mengejeknya seraya melontarkan kata-kata berbahasa Samawa “nopoka suda ampa (ternyata belum selesai, red).

Korban hanya meminta Lan meninggalkan tempat itu dan berlalu dari hadapannya. Namun Lan tetap di tempat dan masih mempelihatkan sikap yang membuat korban tersinggung. Korban seketika emosi memegang leher Lan. Seketika Lan mencabut parangnya tapi cepat dipegang korban. Setelah itu Lan pulang sambil mengancam korban.

Sepeninggal Lan, korban melanjutkan istirahat bersama anaknya (Buyung Trisna) dan sopir truk pengangkut hasil jagung bernama Aldi serta pekerja di ladang korban. Tak berselang lama, Buyung, Aldi  dan pekerja jagung beranjak untuk melanjutkan pekerjaannya mengangkut jagung hasil panen. Korban ditinggal seorang diri.

Tanpa diduga datang dua orang terduga AB dan IY sembari menenteng kayu langsung menyerang korban. Kayu sebesar lengan orang dewasa menghantam korban. Akibatnya korban jatuh tersungkur ke parit dan hampir pingsan.

Dalam kondisi sempoyongan korban berusaha bertahan sambil melindungi kepalanya agar tidak terkena pukulan kayu. Anak korban, Buyung dan sopir truk, Aldi bergegas ke tempat korban setelah mendengar suara teriakan amarah para pelaku. Buyung segera mengangkat korban dari parit.

Saat bersamaan datang beberapa rekan pelaku yani JI, Lan dan empat orang lainnya. Mereka mengejar dan sempat memukul anak korban (Buyung) menggunakan kayu.

Beruntung Buyung bisa menghindar sambil berlari. Itupun masih dikejar oleh para pelaku, seraya mengancam Buyung.

Akhirnya para pelaku meninggalkan TKP. Demikian dengan Buyung yang membawa ayahnya ke rumah dan selanjutnya melaporkan kasus pengeroyokan itu ke Polsek Plampang.

Laporan ini telah diterima pihak Polsek melalui petugas Piket, Bripka Edi Susilo SH sebagaimana surat tanda bukti laporan (STBL) No. STBL/41/VI/2022/SPKT.

Kapolsek Plampang, AKP Budiman Parangin Angin SH yang dihubungi, Kamis (2/6) malam, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya sudah turun ke TKP dan kini dalam penyelidikan.  Namun tidak hanya Irawan yang melapor tapi Polsek juga menerima laporan dari pihak yang dilapor. “Sama-sama melapor,” ujar Kapolsek. (SR)

 

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *