SUMBAWA—Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq SH membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 tahun 2022 tingkat Kecamatan Plampang, Jumat (25/2) malam. Kegiatan yang berlangsung pada 25—27 Februari ini dipusatkan di Gedung Serbaguna Desa Selante Kecamatan Plampang.
Hadir dalam kesempatan itu Camat Plampang, Polsek Plampang, Kepala Desa se-Kecamatan Plampang, penggerak PKK kecamatan dan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kafila dari 11 desa.
Kepala Desa Selante, Azimat melaporkan bahwa pelaksanaan MTQ ini berbeda dengan sebelum pandemic. Kali ini tidak ada acara serimonial seperti pawai taaruf dan lainnya. Selain itu pelaksanaannya dengan cara terbatas sesuai protokol kesehatan.
Untuk dana pelaksanaan sebut Azimat sebesar Rp 45 juta, berasal dari Desa Selanteh selaku tuan rumah Rp 20 juta, kecamatan Rp 15 juta dan 10 desa lainnya Rp 10 juta. “Alhamdulillah dapat terlaksana berkat dukungan semua kepala desa dan pihak lainnya,” ucapnya.
Camat Plampang, Syaihuddin, SP mengatakan MTQ ini dilaksanakan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat guna mewujudkan kebersamaan dalam kemakmuran, harmoni dalam keragaman menuju Sumbawa yang berkeadaban. Dengan MTQ ini juga untuk menumbuhkan kecintaan dan menggairahkan masyarakat untuk senantiasa mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, tidak memandang dari segi syi-ar keagamaannya tanpa mampu memaknai lebih komperhensif.
Sejalan dengan misi Bupati Sumbawa yaitu “Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban” mengandung makna masyarakat Sumbawa yang memegang teguh agama dan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu adat barenti ko sara’, sara’ barenti ko kitabullah. Taket ko Nene’ Kangila Boat Lenge. Dengan falsafah ini terbentuk kondisi yang senap semu khususnya melalui MTQ.
Camat mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat. Tetap mematuhi protokol kesehatan, serta menyukseskan vaksinasi untuk mencapai 100 persen dosis pertama dan 70 persen dosis kedua.
Kepada Dewan Hakam yang baru dilantiknya diharapkan dapat memberikan penilaian sportifitas sesuai dengan sumpah yang telah diikrarkan. “Semoga dari penilaian yang dilakukan dapat melahirkan qori-qori’ah ,hafiz dan hafizah, murattil dan nurattolah yang berkwalitas untuk bisa membawa nama baik Kecamatan Plampang,” harapnya.
Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq menyebutkan, pelaksanaan MTQ telah tertunda selama dua tahun karena kondisi Covid-19. Dengan adanya kegiatan MTQ selain di Kecamatan Plampang juga di semua kecamatan, untuk mencari bibit yang akan menjadi wakil di MTQ kabupaten, provinsi, nasional dan bahkan ke tingkat nasional.
“Yang lebih penting lagi, kegiatan ini program pemerintah daerah adalah bagaimana untuk mewujudkan kemantapan tauhid,” imbuhnya, seraya berharap masyarakat Sumbawa tidak melupakan tradisi para leluhur. Yaitu Magrib Mengaji dan Mengaji Subuh. Sebagai tanda dimulainya MTQ ini, Abdul Rafiq memukul beduk dan membukanya. (BUR/SR)






