SUMBAWA BESAR, SR (12/10/2019)
Hingga kini HM Husni Djibril B.Sc belum menyatakan secara resmi maju pada Pilkada Sumbawa 2020. Apalagi sibuk mencari pasangan seperti bakal calon lain yang berseliweran. Sikap Bupati Sumbawa ini menimbulkan persepsi beragam dari masyarakat. Ada yang menganggap Haji Husni—akrab Bupati disapa, tidak maju karena faktor usia dan kesehatan. Ada juga yang mengatakan Haji Husni galau karena sulitnya memilih pasangan untuk maju pada Pilkada Sumbawa.
Dicegat SAMAWAREA usai Sholat Jumat yang lalu, HM Husni Djibril mengakui hingga kini belum menyatakan diri maju. Ia membiarkan bakal calon lain mengikrarkan diri sehingga dapat mengetahui siapa-siapa figur yang akan menjadi lawannya atau sebaliknya berpotensi dapat berpasangan dengannya. Selain itu belum menyatakan diri maju, karena Ia ingin menjaga kesantunan mengingat dirinya masih aktif menjabat sebagai Bupati Sumbawa. Meski diakuinya, sudah ada perintah partai yakni PDIP untuk maju sebagai Bupati pada Pilkada Sumbawa 2020. Tidak hanya PDIP, Sekjen Partai Demokrat sudah menghubunginya dan siap memberikan dukungan sebagaimana Pilkada 2015 lalu. “Secara persyaratan untuk maju sudah mencukupi hanya dengan dua partai, PDIP dan Demokrat. Jadi saya tidak terlalu sibuk seperti yang lain mencari-cari partai untuk memenuhi persyaratan maju,” kata Haji Husni.
Meski demikian Ia tetap berharap beberapa partai lain ikut bergabung. Seperti pengalamannya dahulu ketika maju pada Pilkada 2015, mendatangi beberapa parpol untuk membuat pernyataan dan mengajukan lamaran. Ini akan dilakukan saat ini, mengenai diterima atau tidak merupakan hak parpol bersangkutan. “Saya akan melamar sebagai bentuk penghormatan untuk semua Parpol yang membuka lamaran,” ujarnya.
Ia menepis anggapan orang bahwa dirinya galau karena sulit mencari pasangan. Ditegaskannya, sudah banyak orang yang berkeinginan maju mendatanginya dan menyatakan siap berpasangan dengannya. Namun dia belum memutuskan untuk memilih satu di antaranya, kendati berpasangan dengan siapa saja dia berkeyakinan pasti menang. “Saya sebenarnya sudah menyiapkan orang yang paling kuat. Karena saya maju harus menang. Untuk apa saya maju kalau untuk kalah. Tunggu waktunya akan saya umumkan,” tukasnya.
Haji Husni tidak mempersoalkan sikapnya yang lambat dalam menentukan sikap sehingga membuatnya kalah start dari yang lain. “Tidak apa-apa saya dikatakan kalah start. Namanya persaingan politik ini harus damai, bagi yang duluan maju ya majulah, bagi yang belakangan maju ya gag apa-apa, karena diakui hasilnya nanti adalah yang menang. Bukan yang duluan dan belakangan,” pungkasnya. (JEN/SR)






