KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASY-SYIFA KABUPATEN SUMBAWA BARAT
SUMBAWA BARAT, SR (16/10/20180
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendorong pemerintah daerah untuk segera memikirkan tambahan pembangunan gedung baru RSUD Asy-syifa. Hal ini setelah melihat kebutuhan ruangan semakin meningkat.
Ditemui SAMAWAREA belum lama ini, Ketua Komisi III DPRD KSB Dinata Putrawan mengatakan kunjungan ke RSUD Asy-Syifa terus meningkat. Karena itu peningkatan pelayanan ini harus dibarengi dengan sarana prasarana yang memadai. Kenyataannya, di tengah peningkatan pelayanan, RSUD Asy-Syifa terkendala ruangan yang terbatas. “Kami dari Komisi III mendorong pemerintah untuk memikirkan pembangunan tambahan gedung baru, karena rencana awal memang RSUD didesain memiliki dua gedung yang menyeberangi jalan raya sesuai dengan kebutuhan pelyanan rumah sakit tingkat I,” kata Dinata usai berkunjung ke RSUD Asy-Syifa.
Kebutuhan tambahan gedung baru dinilai Dinata, sangat mendesak melihat kebutuhan masyarakat kian meningkat. Salah satu contoh, ruangan Hemodialisa (cuci darah) yang pasiennyan selalu penuh. Dengan ruangan yang terbatas, hanya mampu mengakomodir 8-9 unit alat hemodialisa. Dengan kondisi tersebut, terpaksa pasien harus lama mengantri untuk bisa dilayani. “Pasien yang sudah ditetapkan dokter menderita gagal ginjal dianjurkan untuk setiap minggu melakukan cuci darah, sampai tutup usia. Ini baru dari segi peningkatan pelayanan hemodialisa, ada lagi pelayanan yang belum ada yang membuat tingkat rujukannya sangat tinggi seperti pelayanan bedah tulang,” akunya.
Untuk bedah tulang, pihak RSUD Aasy-Syifa merencanakan pelayanan bedah tulang akan direalisasikan tahun 2019 mendatang. Lagi-lagi pihaknya terkendala tidak adanya ruangan. Apalagi tahun ini ada beberapa pelayanan baru yang dibuka seperti pelayanan mata, penyakit dalam, paru dan gangguan jiwa. “Semangat ini harus disambut Pemda agar pelayanan di RSUD terus meningkat dan kalau bisa rujukan dikurangi bahkan dihentikan,” imbuhnya.
Untuk diketahui, lanjut Dinata, pembangunan gedung berkaitan dengan ketersediaan anggaran Pemda. Pembangunan gedung baru ini membutuhkan biaya besar, sehingga pemerintah harus serius memikirkan caranya. “Kalau daerah tidak punya anggaran maka kita harus cari solusi lain seperti ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Saya juga sudah sudah melakukan komunikasi ke pusat melalui perwakilan kita H. Muhammad Safrudin ST di DPR RI dan kita juga harus membuka akses dengan Fahri Hamzah yang menjadi wakil kita di pusat. Apabila serius kita akan bicarakan bersama, insya Allah pasti ada solusinya,” pungkasnya. (HEN/SR)






