SUMBAWA BESAR, SR (16/07/2018)
Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terus dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa. Kegiatan yang merupakan rangkaian Hari Anti Narkoba Indonesia (HANI) 2018 ini menyasar para pelajar melalui Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Setelah SMKN 1 Lopok, giliran SMPN 1 Moyo Hilir disambangi tim BNN Sumbawa, Sabtu (14/7) kemarin. Dipandu Abdullah S.Pd, kegiatan yang menghadirkan 84 siswa ini berjalan lancar dan dinamis. Para peserta yang mampu menjawab pertanyaan narasumber mendapat Kaos cantik dan Stiker Stop Narkoba.
Kepala Seksi Pencegahan dan Dayamas BNN Kabupaten Sumbawa Nursyafruddin A.Md selaku narasumber menyebutkan bahwa saat ini Kabupaten Sumbawa sudah mencapai titik darurat narkoba. Tidak hanya menyasar masyarakat umum dan pejabat, tapi juga pelajar yang dinilai sangat rentan. Karenanya upaya yang dilakukan BNNK yang gencar melakukan sosialisasi di lingkungan sekolah ini bertujuan untuk mengajak seluruh siswa atau pelajar dapat secara nyata ikut serta dalam P4GN secara dini. Selain itu seluruh pemangku kebijakan maupun organisasi yang terlibat langsung dalam lembaga pendidikan dapat mengetahui dan paham akan bahaya penyalahgunaan narkoba khususnya pada institusi pendidikan. Sehingga dapat mendorong untuk diakomodirnya program P4GN dimaksud dalam kurikulum maupun program-program kegiatan organisasi pendidikan khususnya di Kabupaten Sumbawa. Sebagaimana yang sudah diinisiasi BNNK Sumbawa selama ini dalam bentuk kegiatan sosialisasi, test urine dan pembentukan Satgas di lingkungan pendidikan.
Lebih jauh diakui Nursyafruddin, generasi masa kini banyak yang terjerumus pada pergaulan bebas dan terpapar narkoba. Karena itu moral generasi muda harus diperkuat dengan mengembalikan mereka kepada ajaran agama. Agama adalah solusi terbaik dan harus dilakukan, sebab agama akan membentuk moral dan karakter yang positif. Kemudian mengembalikan generasi muda pada rumah-rumah yang dihiasi dengan cinta, keharmonisan, dan kasih sayang. Rumah yang di dalamnya terdapat seorang ayah yang menjadi pengayom bagi keluarganya, begitu pula seorang ibu yang mendidik anak-anaknya dengan pendidikan terbaik. Selanjutnya mengangkat semangat belajar mandiri di kalangan generasi muda agar ada jalan terbaik untuk menggapai cita-cita mereka. “Ayo jadilah generasi yang sehat dan cerdas. Generasi yang tidak mengkonsumsi narkoba dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar norma agama dan masyarakat,” ajaknya. (JEN/SR)






