Lestarikan Mata Air Tiu Kebo dan Air Terjun Temung Segunter
SUMBAWA BESAR, SR (28/12/2017)
Jumlah sumber mata air setiap tahunnya terus menurun. Ini disebabkan semakin meluasnya kerusakan hutan. Jika kondisi ini terus dibiarkan dikhawatirkan bencana datang menerjang. Karenanya menjadi tanggung jawab bersama menjaga hutan dan sumber mata airnya untuk manfaat jangka panjang bagi anak cucu ke depan. Hal inilah yang menjadi focus Unit Kegiatan Kemahasiswaan Komunitas Kajian Mahasiswa (UKM KOKAM) Universitas Samawa (UNSA). Dengan menggandeng Pecinta Alam Plampang (PETANG), UKM KOKAM kembali melakukan kegiatan penanaman Pohon Beringin di beberapa titik bekas lokasi ilegal logging. Sebelumnya di Mata Air Wanasari Desa Jaya Makmur Kecamatan Labangka, kali ini di Mata Air Tiu Kebo dan Air Terjun Temung Segunter, Desa Mama Kecamatan Lopok. Kegiatan pelestarian alam ini dilaksanakan belum lama ini.
Menurut Ketua PETANG, Burhanuddin, mata air Tiu Kebo dan air terjun Temung Segunter tersebut sumber daya alam yang mempesona. Selain sebagai sumber air bersih juga menjadi obyek wisata alam yang wajib dilestarikan. Karena itu keberadaan hutannya dijaga dan dilindungi melalui kepedulian bersama dari semua pihak.
Sementara Ketua UKM KOKAM UNSA, Dicky Zulkarnaen mengungkapkan, kegiatan ini sebagai bagian dari bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus menyambut Dies Natalis UNSA ke-19 Tahun 2017. Kegiatan ini juga sesuai dengan salah satu tujuan UKM KOKAM yaitu sebagai lembaga kajian yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Lebih jauh dikatakan Dicky, dilakukannya penghijauan di beberapa titik mata air ini karena debit air dari tahun ke tahun semakin menyusut. Ini disebabkan minimnya tanaman hutan yang menyimpan air karena kerap ditebang oleh oknum tak bertanggung jawab. “Salah satu solusi yang kami lakukan yaitu reboisasi, melakukan peremajaan hutan melalui penanaman pohon,” katanya.
Ia berharap ke depan, selain hutan digunakan sebagai sumber kehidupan juga salah satu obyek wisata alam yang dapat dikembangkan. Apalagi Desa Mama yang terkenal dengan Air Terjun Temung Sagunter dan Lampas Pasan. (BUR/SR)






