SUMBAWA BESAR, SR (15/12/2016)
Komandan Korem (Danrem) 162/Wira Bhakti, Kolonel Inf Farid Makruf terjun ke Sumbawa untuk mengevaluasi kinerja Danramil dan Babinsa di wilayah Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Rabu (14/12). Evaluasi ini dilakukan untuk peningkatan kinerja TNI AD Tahun 2017 mendatang. Ada beberapa hal penting yang disorotinya, seperti masih banyaknya potensi konflik antar massa, kasus ilegal logging, narkoba, dan lainnya. Dengan banyaknya persoalan tersebut, diharapkan para Babinsa dapat bersinergi dengan Bhabinkamtibmas, pemerintah kecamatan, dan pemerintah daerah untuk dapat menekan angka kasus ini. Dengan berbekal delapan wajib TNI, seperti menjadi contoh dan memelopori usaha–usaha untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat, diminta agar Babinsa selalu hadir di setiap adanya masalah di masyarakat, dan menjadi bagian dari pemecah masalah seperti bencana alam, konflik antar warga dan membantu petani yang kesulitan dalam bidang pertanian, serta mencegah berkembangnya isu SARA, komunisme dan terorisme. “Alhamdulillah, saya dengar dari beberapa tokoh masyarakat, keberadaan TNI cukup banyak membantu,” ucapnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh babinsa dan Danramil yang telah bekerja dengan baik, meski diakui jumlahnya minim. Sebab kondisi yang ada satu Babinsa untuk 3—4 desa, padahal ideal satu desa satu Babinsa. Untuk menyiasati kekurangan tersebut dengan membangun jaringan yang ada seperti dengan tokoh masyarakat, aparat desa, dan kepolisian untuk saling menginformasikan sebagai tim. Dengan sinergitas ini akan bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat.
Secara terpisah, Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM. Sumanto S.Sos mengatakan, evaluasi ini merupakan program triwulan IV. Selama ini, Babinsa berada di tengah – tengah masyarakat memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan evaluasi yang dilakukan ke depan kinerja mereka menjadi lebih baik. Secara umum ia menilai kinerja TNI telah sesuai dengan apa yang menjadi komando atas, meski diakui ketika terjadi konflik di masyarakat terkadang masih terlambat mengambil keputusan.
Di bagian lain Letkol Sumanto memberikan apresiasi atas prestasi Sumbawa yang mendapat peringkat 15 nasional dari Kementerian Pertanian RI dalam program Upsus Ketahanan Pangan. “Kami telah bekerja maksimal dalam mendukung program Ketahanan Pangan dan melebihi target yang ditentukan oleh pemerintah pusat,” tandasnya. (JEN/SR)








