Sumbawa Andalan Nasional untuk Antisipasi Impor Jagung

oleh -262 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (04/08/2016)

Kabupaten Sumbawa menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diandalkan pusat untuk mengantisipasi impor jagung. Karenanya tim dari Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI meninjau beberapa lokasi di daerah ini untuk melihat potensi dan produksi jagung. Tim tersebut terdiri dari Dr. Masykur—Kepala Balai Besar Litbang Geo Genetik Bogor, Yuli dari Sub Direktorat Dirjen Tanaman Pangan, pengusaha pakan ternak Surabaya dan Bulog NTB. Setelah bertemu dengan Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc di ruang kerjanya, Kamis (4/8), Tim Kementan yang didampingi Kadis Pertanian Sumbawa mendatangi PT Segar—perusahaan produksi dan ekspor jagung terbesar di Pulau Sumbawa, dan panen jagung di Kecamatan Utan di lahan seluas 2.800 hektar.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumbawa, Ir Talifuddin M.Si mengatakan, tim Kementan ini mengunjungi empat lokasi salah satunya NTB. Dan di NTB, tim mengunjungi Kabupaten Sumbawa sebagai daerah sentra jagung NTB. Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek kondisi riel jagung sebagai upaya antisipasi impor jagung. Tim mendapatkan laporan bahwa pada MK I diperkirakan produksi jagung Sumbawa mencapai 50—60 ribu ton. Produksi ini telah mampu memenuhi kebutuhan jagung nasional. Jumlah ini belum termasuk penanaman MK II yang saat ini sedang berlangsung di Kecamatan Utan di lahan seluas 2.800 hektar. “Diprediksikan sampai akhir tahun ini kebutuhan jagung masih cukup,” katanya.

Kunjungan Kementan

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc saat menerima tim Kementan RI
Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc saat menerima tim Kementan RI

Selain biji jagung, limbahnya juga cukup untuk bahan baku pakan ternak yang dibutuhkan Surabaya dan daerah lainnya. Mengingat potensi ini, kepada tim Kementan, Bupati meminta agar mereka dukung program pertanian yang sedang digalakkan. Dukungan ini berupa bantuan alat pasca panen, alat pengupas jagung dan lainnya. Seperti panen perdana di lahan Tanjung Menangis yang dilakukan seorang pengusaha belum lama dengan mendatangkan mesin dari China. Dengan mesin itu biji dan limbah terpisah. Menariknya limbah yang dihasilkan dari alat pengupas jagung itu dalam bentuk kemasan (bal) dan siap jual. Demikian dengan bijinya juga langsung dituangkan di dalam karung. Permintaan Bupati ini ungkap Talif—akrab Kadis Pertanian disapa, direspon positif. Apalagi Kepala Badan Pengembangan SDM Kementan RI yang merupakan atasan personil di dalam tim, adalah sahabat Bupati Sumbawa.

Bahkan sahabat ini bersedia menjadi penjamin jika ada kelompok tani di Kabupaten Sumbawa yang ingin kredit alat pasca panen tentunya berkapasitas besar. “Yang jelas mereka siap mendukung program pembangunan pertanian di Sumbawa khususnya jagung dari mulai hulu sampai hilir yaitu benih, pupuk hingga perawatan pasca panen,” demikian Talifuddin. (JEN/SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *