Tewas Dibantai Massa

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (22/09)

kuda jaranWahidin alias Jitu (47) tewas seketika. Tubuhnya memar dan kepalanya pecah setelah dibantai massa, Sabtu (20/9) sekitar pukul 13.00 Wita. Aksi yang dilakukan massa ini karena menduga warga Dusun Batu Bangka, Desa Batu Bangka Kecamatan Moyo Hilir tersebut sebagai pelaku pencurian ternak. Menurut informasi, kasus pembunuhan ini berawal dari kehilangan 7 ekor kuda yakni 3 ekor milik Andi Supandi (32) warga Dusun Songkar Kecamatan Moyo Utara, 2 ekor milik Syamsuddin (38), masing-masing 1 ekor milik M Amin (42) dan Saleh (45)—ketiganya warga Desa Malili Moyo Hilir. Kehilangan sejumlah ternak ini membuat massa yang diperkirakan berasal dari dua desa, Malili dan Batu Bangka, melakukan pencarian. Empat ekor ternak ditemukan di wilayah Serading tepatnya di ladang milik Majid (45) warga Desa Moyo Mekar. Massa pun mendatangi Majid dan diperoleh informasi ternak tersebut dibeli dari Jitu dan Usup. Sedangkan tiga ekor lainnya masih berada di Batu Bangka dan belum diberikan kepada Majid. Empat ekor kuda itupun langsung dibawa pulang oleh Andi dan Saleh yang mengaku sebagai pemilik ternak. Untuk menetralisir situasi, Wakapolres Sumbawa didampingi Kabag Ops, terjun ke lokasi. Selain itu menempatkan satu pleton Dalmas di Mapolsek untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

amdal

Tak berselang lama, massa menjemput Jitu yang saat itu tengah berada di kediaman Bas—sekitar 200 meter dari rumahnya. Jitu yang berada di dalam rumah diseret keluar lalu dibantai. Selanjutnya massa mencari Usup, warga Sengkal. Beruntung, Usup cepat mengamankan diri sehingga tidak bernasib sama dengan rekannya tersebut.

Baca Juga  Bawaslu NTB Ajak Masyarakat Lawan Hoax dan Ujaran Kebencian

Kapolsek Moyo Hilir, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Abdul Sani, Minggu (21/9) mengakui adanya kasus pembunuhan tersebut. Selain itu pihaknya juga sedang menangani kasus pencurian ternak yang diduga melibatkan korban. Untuk kasus pembunuhan, kata Sani—akrab Kapolsek ramah ini disapa, tengah memeriksa lima orang saksi yang hingga kini masih berlangsung. Sedangkan kasus pencurian ternak telah diamankan dua orang, Usup dan Majid. “Keduanya sedang menjalani pemeriksaan di Polres Sumbawa,” sebutnya.     Sementara itu jenazah Jitu sudah dikebumikan di pemakaman umum Batu Bangka, Minggu (21/9) sekitar pukul 09.00 Wita. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda