Cerita Inspiratif Penerima Beasiswa AMMAN Scholars: Dari Mimpi ke Prestasi Nyata

oleh -250 Dilihat

SUMBAWA BARAT. samawarea. Com (18 Maret 2026) – Program Beasiswa AMMAN Scholars kembali menorehkan kisah-kisah inspiratif dari para penerimanya. Dengan komitmen penuh dalam mendukung pendidikan generasi muda, program ini tidak hanya menjamin kebutuhan pendidikan para siswa, tetapi juga menghadirkan sistem pembelajaran berkualitas yang mendorong pengembangan diri secara maksimal. Bagi para penerima, beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial—melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih cerah.

Salah satu kisah datang dari Ahyati Mulya, yang akrab disapa Aya. Ia merupakan bagian dari AMMAN Scholars Batch 1 tahun 2021 dari jurusan Animasi 2D di SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus. Selama menempuh pendidikan, Aya menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik secara akademik maupun keterampilan praktis.

Pengalaman magangnya menjadi bukti nyata. Ia pernah menjalani magang sebagai graphic designer dan content planner di Studio 7inc Jogja selama delapan bulan, serta menjadi fotografer di Teaching Factory RUS Animation Studio selama tiga bulan. Pengalaman tersebut membentuk kompetensi sekaligus kepercayaan dirinya di dunia kreatif.

Aya mengungkapkan bahwa program Beasiswa AMMAN Scholars memberikan dampak yang sangat besar dalam hidupnya. “Semua kebutuhan kami ditanggung baik kebutuhan hidup ataupun kebutuhan sekolah, jadi kami tidak perlu memikirkan biaya apa pun. Kami bisa fokus sepenuhnya untuk belajar,” ujarnya.

Lebih dari itu, Aya juga menyoroti kualitas pendidikan yang ia terima. Sekolah yang dipilih oleh PT AMMAN menurutnya memiliki sistem pembelajaran yang sangat sistematis, didukung oleh tenaga pengajar berkualitas serta fasilitas yang memadai. Lingkungan tersebut membuatnya mampu berkembang secara optimal.

“Awalnya saya sempat pesimis apakah saya bisa mengikuti semua ini. Tapi dengan dukungan dari AMMAN, saya bisa melewatinya dengan baik hingga lulus di tahun 2024,” tambahnya.

Setelah lulus, Aya sebenarnya mendapatkan tawaran pekerjaan di Jakarta. Namun, karena permintaan sang ibu, ia memutuskan untuk kembali ke kampung halaman dan terus berkarya di Sumbawa Barat. Baginya, kesuksesan tidak selalu harus di kota besar, tetapi juga bisa diwujudkan dengan memberikan kontribusi di daerah asal.

Ucapan terima kasih pun ia sampaikan dengan penuh haru. “Terima kasih PT AMMAN. Program AMMAN Scholars ini sangat luar biasa.”

Kisah serupa juga dirasakan oleh penerima beasiswa lainnya, yang datang dari latar belakang berbeda namun memiliki semangat yang sama.
Rabiatul Adwiah, atau yang akrab disapa Atun, merupakan salah satu penerima beasiswa dari jurusan Teknik Pembangkit Listrik di SMK Brantas Karangkates Malang, Batch 2025. Ia adalah sosok siswa berprestasi yang pernah menempuh pendidikan di SMPN 1 Maluk.

Di sekolah, Atun aktif sebagai Wakil Ketua OSIS dan juga tergabung dalam ekstrakurikuler matematika. Ia bahkan telah mengikuti kompetisi matematika yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Malang (UNISMA) dan Universitas Negeri Malang (UM). Semangat belajarnya tidak lepas dari latar belakang keluarga sederhana. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara, dengan ayah yang bekerja sebagai tukang ojek dan ibu sebagai ibu rumah tangga.

Meski demikian, keterbatasan tidak menghalanginya untuk bermimpi besar. Atun bercita-cita menjadi operator listrik yang handal di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia.

Sementara itu, Michael Gabriel Lele, yang akrab disapa Kael, juga menjadi bagian dari AMMAN Scholars Batch 2025. Ia mengambil jurusan Teknik Alat Berat di SMK PGRI 2 Ponorogo. Dalam kesehariannya, Kael dikenal aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti taruna, futsal, basket, hingga sepak bola. Aktivitas tersebut menunjukkan karakter disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan yang terus ia kembangkan. “Dalam menjalani progam Amman Scholars ini saya sangat heppy tanpa ada tekanan, saya yakin dengan belajar di SMK PGRI 2 Ponorogo walaupun baru satu tahun saya yakin akan biasa menguasai Tekhnik Alat berat dengan maksimal, karna sekolahnya bagus dan lengkap”

Tak kalah inspiratif, Nayla Aulia Marsya atau Nayla, penerima beasiswa dari jurusan Perhotelan di SMK PGRI 1 Kudus, juga menunjukkan perkembangan diri yang signifikan. Saat ini, Nayla tengah menjalani magang internal sebagai kasir di OZA Café, yang merupakan bagian dari teaching factory sekolahnya.

Pengalaman tersebut membawa perubahan besar dalam dirinya. Dari yang awalnya pemalu, Nayla kini menjadi lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Bahkan, ia mulai menikmati momen saat menjelaskan menu kepada pelanggan—sesuatu yang dulu terasa menakutkan.

Nayla memiliki mimpi besar untuk bisa bekerja di hotel internasional, bahkan menargetkan magang di The Ritz-Carlton Jakarta. Ketertarikannya pada budaya Jepang, seperti anime dan sushi, juga membuatnya bercita-cita untuk bekerja di negeri sakura tersebut.

Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Nayla tumbuh dengan tanggung jawab besar. Ia berasal dari Desa Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, dan saat ini tinggal bersama neneknya. Ibunya bekerja sebagai pekerja migran Indonesia di Hongkong, yang menjadi salah satu motivasi terbesar bagi Nayla untuk sukses. ” Saya memiliki mimpi besar dan saya yakin bisa meraihnya dan itu berkat dukungan dari Amman Scholars yang memberikan saya kesempatan untuk menuntut ilmu di Sekolah SMK Negeri 1 Kudus yang menurut saya sekilah yang sangat bagus sekali.

Sementara itu, Senior Manager Social Impact AMMAN, Aji Suryanto, menjelaskan bahwa beasiswa vokasi yang diberikan kepada para AMMAN Scholars mencakup dua jalur utama, yakni pendidikan formal dan non-formal. Pendidikan formal meliputi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga Pendidikan Tinggi Diploma 3, sedangkan pendidikan non-formal mencakup pelatihan keterampilan seperti pengoperasian alat berat, hospitality, serta penguasaan digital skills.

Menurut Aji, kedua jalur ini dirancang secara terintegrasi untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus membuka peluang karier yang lebih luas bagi para pemuda di KSB. “Program ini tidak hanya bertujuan memberikan akses pendidikan, tetapi juga memastikan para penerima manfaat memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga pekerjaan yang mereka dapatkan nantinya berkualitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendidikan vokasi juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan lulusan. Dengan bekal keterampilan yang dimiliki, para alumni tidak hanya berorientasi menjadi pekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru di daerahnya.

Program beasiswa vokasi AMMAN sendiri tidak berjalan secara parsial. Dalam implementasinya, AMMAN melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga mitra strategis yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan vokasi. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam memastikan kualitas pendidikan yang diberikan sesuai dengan standar industri terkini.
Khusus untuk pendidikan SMK, AMMAN bekerja sama dengan sejumlah sekolah unggulan yang memiliki reputasi kuat dalam pengembangan keahlian vokasi.

Selain mendapatkan pendidikan di kelas, para AMMAN Scholars juga dibekali pengalaman praktik kerja melalui program on the job training, pembiasaan penggunaan teknologi industri, hingga akses koneksi kerja (job connect) setelah lulus.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2021, program AMMAN Scholars untuk jenjang SMK telah berjalan selama lima batch hingga 2025. Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak 240 siswa terpilih telah menerima manfaat beasiswa ini. Seluruh peserta diseleksi melalui proses yang ketat dan transparan, memastikan hanya kandidat terbaik yang mendapatkan kesempatan.

Para penerima beasiswa kemudian melanjutkan pendidikan di berbagai daerah di Indonesia yang dikenal memiliki ekosistem pendidikan vokasi yang kuat, seperti Kudus di Jawa Tengah, serta Ponorogo dan Malang di Jawa Timur.
Adapun sejumlah sekolah mitra yang terlibat dalam program ini mencakup berbagai bidang keahlian, antara lain:
SMK PGRI 1 Kudus: Beauty, spa, dan hospitality
SMK PGRI 2 Ponorogo: Heavy equipment
SMK PGRI 2 Kudus: Culinary
SMK Wisudha Karya Kudus: Mechanics, electrical engineering, mechanical engineering, nautical studies, dan nautical engineering
SMK Raden Umar Said Kudus: Software engineering, animation, graphic design, dan printing technology
SMK NU Ma’arif Kudus: Welding dan automation
SMK NU Banat Kudus: Fashion design
SMK Brantas Malang: Mechanical engineering dan electrical engineering
Melalui ragam pilihan jurusan tersebut, AMMAN memastikan bahwa para peserta didik dapat mengembangkan minat dan bakatnya sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.

Dengan pendekatan yang komprehensif, mulai dari pendidikan, pelatihan, hingga koneksi kerja, program AMMAN Scholars diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam meningkatkan kualitas SDM lokal. Tidak hanya itu, keberlanjutan program ini juga diyakini mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat KSB melalui peningkatan produktivitas dan lahirnya wirausaha-wirausaha baru.  (SR/*)

 

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *