Tiga Kali Keluar dari List Nasional, Kini Industri Unggas Terintegrasi Resmi Dimulai di Serading Sumbawa

oleh -244 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (6 Februari 2026) — Momen Groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Jumat (6/2/2026), menjadi peristiwa emosional sekaligus bersejarah bagi Kabupaten Sumbawa dan Provinsi NTB.

Di hadapan Direktur dari Kementerian Pertanian, Gubernur NTB, Anggota DPR RI, DPRD Provinsi NTB, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa, hingga insan pers, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP mengisahkan langsung betapa berat dan berlikunya perjuangan agar proyek nasional tersebut tetap berada di NTB, khususnya Sumbawa.

Bupati mengungkapkan, proyek ini sempat tiga kali keluar dari daftar (list) nasional, bahkan nyaris gagal total meski NTB termasuk daerah yang paling awal mengajukan diri sejak Juli tahun lalu.

“Saya sudah sampaikan di zoom meeting dengan seluruh kepala dinas, proyek ini 90 persen hampir gagal. Saya tidak ingin proyek lain yang sudah di depan mata ikut gagal. Kami benar-benar resah dan gelisah sepanjang proses ini,” ungkap Bupati.

Ia mengaku sampai harus meminta bantuan berbagai pihak di tingkat pusat, mulai dari DPR RI, tokoh nasional, hingga jajaran kementerian agar proyek tersebut bisa kembali masuk dalam prioritas nasional.

Puncaknya, saat menghadiri undangan Presiden bersama Gubernur NTB, Bupati berkesempatan menyampaikan langsung konsep proyek ini kepada Menteri terkait. Penjelasan detail yang disampaikan akhirnya membuahkan hasil.

“Di depan Pak Gubernur, Menteri langsung perintahkan Dirjen siapkan NTB. Kemarin sore saya langsung sujud syukur. Rasanya luar biasa setelah berbulan-bulan stres memperjuangkan ini,” tuturnya.

Bupati menyebut, proyek jalan pendukung kawasan industri di selatan bahkan mengalami nasib serupa tiga kali keluar masuk daftar nasional sebelum akhirnya kini masuk tahap tender.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari peran banyak tokoh NTB di pusat, termasuk pejabat di BUMN sektor pangan yang memiliki kepedulian terhadap NTB dan Sumbawa.

Dari lebih 500 kabupaten/kota di Indonesia dan 38 provinsi, NTB berhasil masuk 6 besar nasional untuk gelombang pertama groundbreaking industri unggas terintegrasi. Dan Sumbawa dipilih sebagai lokasi peletakan batu pertama.

“Ini kebanggaan luar biasa bagi NTB dan Sumbawa. Kita masuk gelombang pertama nasional,” tegasnya.

Bupati menjelaskan, proyek ini akan memberikan dampak ekonomi sangat besar. Tercatat Rp 20 triliun digelontorkan untuk pembangunan sarana prasarana industri, dan sekitar Rp 50 triliun untuk penguatan UMKM, koperasi, kelompok ternak, hingga usaha masyarakat yang terlibat dalam rantai pasok.

Industri ini akan menghadirkan pabrik pakan, pembibitan (DOC), pengujian, hingga pasar di dalam NTB, sehingga peternak tidak lagi bergantung pasokan dari Pulau Jawa.

Selain itu, proyek ini juga menjadi penopang utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat, karena menjamin ketersediaan pasokan protein hewani secara berkelanjutan.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kondusivitas daerah. Menurutnya, masuknya investasi besar seperti ini akan menjadi pemicu datangnya investor lain ke Sumbawa.

Ia bahkan mengenang kondisi awal 2025 ketika penerbangan ke Sumbawa sering dibatalkan karena minim penumpang. Kini, penerbangan sudah tiga kali sehari, salah satunya dipicu meningkatnya aktivitas investasi.

“Kalau investasi ini tidak kita jaga, jangankan yang baru datang, yang lama saja bisa kabur. Mari kita jaga bersama-sama,” ajaknya.

Bupati menutup sambutannya dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang, hingga akhirnya Groundbreaking Industri Unggas Terintegrasi pertama di NTB resmi dimulai di Sumbawa. (SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *