SUMBAWA, samawarea.com (10 Februari 2026) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., melaunching pelaksanaan preservasi jalan ruas Batu Dulang–Tepal di titik alih trase Brang Tereng, Selasa pagi. Kegiatan ini dirangkaikan dengan syukuran dimulainya konstruksi lanjutan ruas strategis tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur karena proyek ini akhirnya dapat terealisasi bersamaan dengan dua ruas strategis wilayah selatan lainnya, yakni Tepal–Batu Rotok dan Lenangguar–Teladan. Total anggaran penanganan tiga ruas jalan tersebut diproyeksikan mencapai sekitar Rp385 miliar yang bersumber dari APBN melalui skema multiyears.
“Skema ini dipilih agar pembangunan dilakukan secara menyeluruh, berkualitas, dan berkelanjutan, bukan sekadar perbaikan sementara,” ujarnya.
Ruas Batu Dulang–Tepal merupakan bagian penting dari sistem konektivitas wilayah selatan Kabupaten Sumbawa. Dari total panjang sekitar 27 kilometer, sebelumnya telah ditangani sepanjang 20,5 kilometer. Pada tahap ini, pekerjaan dilanjutkan sepanjang 8,1 kilometer, termasuk alih trase Brang Tereng sepanjang kurang lebih 700 meter.
Bupati Haji Jarot mengungkapkan, proyek tiga ruas jalan ini sempat beberapa kali hilang dari daftar prioritas pemerintah pusat. Namun berkat upaya intensif Pemerintah Kabupaten Sumbawa di tingkat pusat serta dukungan masyarakat, program tersebut akhirnya berhasil diamankan.
“Sumbawa menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi NTB yang memperoleh program Inpres Jalan Daerah,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ruas ini terhubung dengan jaringan jalan wilayah selatan sepanjang kurang lebih 93 kilometer yang menghubungkan Batu Dulang, Lenangguar, Teladan, Orong Telu hingga Batu Rotok di Kecamatan Batulanteh.
Dengan akses jalan yang semakin baik, diharapkan arus logistik dari Tepal dan Batu Rotok menuju Kota Sumbawa menjadi lebih lancar, biaya transportasi menurun, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Terlebih, kawasan Batulanteh memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata yang membutuhkan dukungan infrastruktur jalan memadai.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah NTB, Rikson, ST., MT., berharap dukungan seluruh pihak demi kelancaran pembangunan ini. Ia menegaskan, ruas jalan tersebut merupakan penunjang utama perekonomian masyarakat, khususnya di Kecamatan Batulanteh yang dikenal sebagai sentra kopi di Sumbawa.
Rikson juga berharap agar ruas Tepal–Batu Rotok dan Lenangguar–Teladan dapat segera memasuki tahap tender dan pelaksanaan pekerjaan. Ia meminta dukungan Pemerintah Daerah untuk fokus menuntaskan persoalan lahan guna mempercepat proses pembangunan. (SR)






