PUPRPKP NTB dan Sumbawa Bahas Optimalisasi Jaringan SPAM Semongkat, Fokus Benahi Zona Merah

oleh -98 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (1 Februari 2026) — Dinas PUPRPKP Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat koordinasi pembahasan usulan optimalisasi Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan Jaringan Distribusi Bagi (JDB) pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat. Rapat ini melibatkan Bappeda, DPUPR Kabupaten Sumbawa, BPBPK, Perumdam, serta perangkat daerah terkait sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan air minum bagi masyarakat.

SPAM Semongkat, khususnya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pungka, menjadi infrastruktur vital yang mengintegrasikan pengelolaan sumber daya air dengan sistem sanitasi. Hingga saat ini, layanan SPAM Semongkat telah menjangkau lima kecamatan dan 29 desa, dengan jumlah penerima manfaat sekitar 13.000 jiwa.

Wilayah pelayanan SPAM Semongkat terbagi dalam tiga zona, yakni Zona Hijau, Zona Kuning, dan Zona Merah, berdasarkan kondisi distribusi air di masing-masing wilayah. Dalam rapat tersebut, perhatian utama difokuskan pada Zona Merah yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan dalam pendistribusian air bersih.

Beberapa persoalan yang menjadi sorotan antara lain keterbatasan debit air yang diterima pelanggan serta belum tercapainya kontinuitas aliran selama 24 jam. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pemenuhan standar pelayanan air minum yang mencakup kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan keterjangkauan (4K).

Tim teknis menyampaikan bahwa di lapangan masih terdapat sejumlah kendala, baik teknis maupun administratif, termasuk proses perizinan yang membutuhkan penyesuaian dan sinkronisasi lintas sektor. Untuk itu, diusulkan langkah optimalisasi JDU dan JDB melalui penataan ulang jaringan distribusi agar tekanan air dapat lebih merata, terutama di wilayah Zona Merah, dengan target peningkatan status menjadi Zona Hijau.

Rapat juga menegaskan pentingnya pengembangan jaringan yang tetap mengacu pada regulasi di tingkat provinsi maupun daerah, sehingga pelaksanaan perencanaan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Melalui forum koordinasi ini, disepakati perlunya perencanaan yang lebih presisi guna mengurai berbagai kendala di lapangan. Penguatan sisi operasional, seperti aktivasi sambungan rumah (SR) pasif serta perbaikan jaringan fisik, diharapkan dapat mempercepat terwujudnya layanan air minum yang lebih merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan strategis SPAM Semongkat. (SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *