SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28 Februari 2026) — Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) melaksanakan sejumlah kegiatan kepolisian pada Sabtu (28/2/2026) mulai pagi hingga siang hari.
Kegiatan tersebut mencakup persiapan identifikasi penemuan jenazah anak di Desa Sebotok, patroli dialogis, hingga pembinaan masyarakat (Binmas) perairan dalam rangka antisipasi illegal fishing dan peningkatan keselamatan nelayan.
Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, SH, SIK, melalui Kasat Polairud IPTU Baiq Shinta Dwi Ratna Nagari, SH, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah perairan Kabupaten Sumbawa.
Berawal pada pukul 05.30 Wita, personel Sat Polairud bersama Sat Reskrim di bawah pimpinan Kasat Reskrim bertolak menuju Desa Sebotok, Kecamatan Labuhan Badas, guna mengidentifikasi penemuan mayat seorang anak laki-laki yang diduga korban hanyut akibat arus banjir yang terjadi di Lombok Timur.
Sekitar pukul 12.00 Wita, tim gabungan tiba di Pelabuhan Amanwana dengan membawa jenazah yang ditemukan. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Sebelumnya, pada pukul 08.00 Wita, personel Sat Polairud melaksanakan apel pagi di Lapangan Hijau Mako Polres Sumbawa yang dipimpin Kabag Ops. Kemudian pukul 10.00 Wita, Kanit Gakkum Sat Polairud melaksanakan kegiatan Polisi Penolong dengan membantu warga menaikkan barang bawaan ke kapal publik.
Sebelumnya juga pada pukul 09.30 Wita melaksanakan kegiatan Binmas Perairan dengan memberikan himbauan kepada pemilik kapal publik agar selalu mengutamakan keselamatan penumpang. Pemilik kapal diminta memastikan penggunaan life jacket, tidak membawa muatan melebihi kapasitas, serta menunda pelayaran apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Di Dermaga Pangkalan Amanwana, Unit KP XXI-2016 melaksanakan patroli dialogis pukul 10.00 Wita dengan memberikan imbauan kepada warga dan buruh kapal agar berhati-hati saat bekerja serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman.
Sementara itu, Unit KP XXI-2017 pada pukul 11.00 Wita memberikan himbauan kepada nelayan agar tidak menggunakan bahan berbahaya seperti potasium (racun) dan bahan peledak (bom ikan) saat mencari ikan, karena dapat merusak ekosistem laut serta membahayakan diri sendiri.
Di wilayah Pos Polairud Alas, Unit KP XXI-2014 juga melaksanakan Binmas Perairan dengan menghimbau nelayan pesisir agar selalu berhati-hati saat melaut, mengutamakan keselamatan pribadi, dan memantau perkembangan cuaca guna menghindari kecelakaan laut.
Kasat Polairud IPTU Baiq Shinta menegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif dalam mengantisipasi tindak pidana illegal fishing sekaligus meningkatkan kesadaran keselamatan bagi para nelayan dan pengguna transportasi laut.
“Personel Sat Polairud akan terus hadir di tengah masyarakat pesisir guna memberikan perlindungan, pengayoman, serta memastikan aktivitas perairan berjalan aman dan kondusif,” ujarnya. (SR)





